Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Polemik Mobil Dinas Bupati Samosir, DPRD Disorot Soal Fungsi Pengawasan

Marihot Simbolon - Jumat, 16 Januari 2026 20:51 WIB
795 view
Polemik Mobil Dinas Bupati Samosir, DPRD Disorot Soal Fungsi Pengawasan
Foto:dok
Oloan Simbolon, ST

Samosir(harianSIB.com)

Di tengah polemik pengadaan mobil dinas Bupati Samosir yang disebut-sebut bernilai Rp 3 miliar lebih, sorotan tajam kini justru diarahkan kepada DPRD Kabupaten Samosir. Lembaga legislatif yang seharusnya menjadi benteng kepentingan rakyat dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan empati sosial.

Demikian disebutkan pemerhati pembangunan Kabupaten Samosir, Oloan Simbolon kepada wartawan, Jumat (16/1-2026) di Pangururan.

Dengan tegas Oloan Simbolon menyatakan kekecewaannya terhadap sikap DPRD Samosir yang terkesan diam dan pasif menyikapi isu pembelian mobil dinas di tengah kondisi masyarakat yang sedang terpuruk.

Baca Juga:
"Jika pemerintah daerah tidak memiliki kepekaan dan nurani, maka DPRD sebagai legislatif seharusnya hadir sebagai penyeimbang. Tapi yang kita lihat saat ini, DPRD justru seperti kehilangan suara," tegas Oloan.

Menurut mantan pimpinan legislatif Samosir itu, DPRD seharusnya bisa mengantisipasi dan memberi pemahaman kepada Pemerintah Kabupaten saat Pembahasan Anggaran di DPRD supaya pembelian mobil dinas mewah bupati tersebut ditunda atau sekurang-kurangnya bisa menyesuaikan dengan kondisi ril masyarakat saat ini, bukan malah menjadi sekadar lembaga pengesah anggaran, namun juga harus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rupiah dana APBD berpihak pada penderitaan dan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut Oloan menyebutkan, DPRD seharusnya berdiri paling depan menyuarakan empati, bukan malah membisu," ujarnya.

Oloan juga menilai, bahwa pembiaran terhadap kebijakan yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi sosial merupakan bentuk kegagalan kolektif sebagai wakil rakyat atau DPRD dalam menjalankan amanah konstituen.

Dijelaskannya, bahwa fungsi pengawasan DPRD bukan formalitas. Ketika ada kebijakan yang sah secara prosedur tetapi melukai rasa keadilan, di situlah DPRD diuji. Sayangnya, menurut Oloan, ujian ini tidak dijawab dengan keberanian.

Selanjutnya, Oloan juga menambahkan, diamnya DPRD justru memperlebar jarak antara rakyat dan lembaga perwakilan, sekaligus meruntuhkan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi kita.

"Rakyat memilih DPRD bukan untuk menjadi penonton kekuasaan. Mereka (DPRD) dipilih untuk bersuara, membela, dan berpihak kepada rakyat. Jika kepekaan itu hilang, maka keberadaan DPRD patut dipertanyakan," ujar Oloan dengan nada prihatin.

Wakil Ketua DPRD Samosir, Sarochel Tamba dikonfirmasi harianSIB.com terkait hangatnya perbincangan terkait pembelian mobil dinas mewah Bupati Samosir mengatakan bahwa pembelian mobil dinas Bupati tersebut ditampung di P-APBD Tahun 2025.

"Saya tidak ingat berapa nominal pagunya namun spesifikasinya 3200 CC, tapi sepanjang pembelian mobil tersebut sesuai dengan regulasi dan peraturan itu sah sah saja, iya kan," sebut Politisi Partai Nasdem itu. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
Paripurna DPRD Tebingtinggi Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Molor 1,5 Jam
Caleg DPRD Simalungun Ajak Masyarakat Pahami Makna Pesta Demokrasi
F-PDIP DPRD Sergai Minta Pemkab Upayakan Penambahan Pupuk Bersubsidi
Abdul Rani Terpilih Jadi Ketua Komisi D DPRD Medan
Pansus DPRD dan TAPD Pemko Medan Mengoreksi Alokasi R-APBD 2019 Sesuai Skala Priori
komentar
beritaTerbaru