Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Masinton Pasaribu : Tapteng Butuh 100 Excavator Percepat Pemulihan Pascabencana

Rosianna Anugerah Hutabarat - Minggu, 18 Januari 2026 10:47 WIB
709 view
Masinton Pasaribu : Tapteng Butuh 100 Excavator Percepat Pemulihan Pascabencana
Foto: harianSIB.com / Rosianna Anugerah Hutabarat
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Tapteng (harianSIB.com)

Bupati Masinton Pasaribu mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah mengalami kendala saat melakukan percepatan penanggulangan tahapan pemulihan pascabencana.

Ribuan rumah, ratusan gedung sekolah, rumah ibadah, fasilitas umum, 3.205 ha lahan persawahan sawah, luluhlantak akibat bencana ekologis. Sebanyak 12 kecamatan di Negeri Wisata Sejuta Pesona tersebut porak-poranda.

Bupati Masinton menekankan, sejak Desember 2025 dirinya telah berulang kali menyuarakan ke pemerintah pusat bahwa Pemkab Tapteng membutuhkan banyak excavator untuk mengangkut ratusan kubik kayu dengan ukuran bervariasi yang teronggok begitupun juga sisa lumpur di lokasi terdampak.

"Tidak cukup dengan tenaga manusia, kami (pemerintah) butuh setidaknya 100 unit alat berat untuk mengangkut tumpukan kayu, sedimen tanah dan lumpur untuk mempercepat pemulihan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026) malam.

Baca Juga:
Menurut Masinton, rekonstruksi pascabanjir mustahil dilanjutkan tanpa bantuan alat berat dari pemerintah pusat, mengingat keterbatasan kemampuan pemerintah daerah memfasilitasi alat berat meski telah berkolaborasi dengan pihak pengusaha setempat.

Dia meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menindaklanjuti perintah Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan, apalagi bulan ramadhan yang akan tiba.

"Instruksi presiden jelas, minta kita gerak cepat, tapi dibawah lamban," ucap Pentolan Senayan ini.

Ia mengungkapkan kesedihannya tatkala melihat kondisi ekonomi masyarakat Tapteng yang mati suri akibat mobilitasnya terhambat oleh genangan lumpur yang menggunung.

"Kalaupun pengungsi tinggal di Huntara, bagaimana dengan ekonominya. Masyarakat juga pengen berpenghasilan, sawah dan ladang harus dibuka," jelasnya.

Harapannya, agar para pembantu Presiden RI benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah supaya pemerintah pusat bergerak cepat menurunkan alat berat demi percepatan pemulihan kondisi sehingga kehidupan warga dapat normal kembali secepat mungkin. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
Sahat Banurea Ditunjuk Sebagai Pelaksana Harian Bupati Pakpak Bharat
KPK Periksa Ketua DPRD Labuhanbatu soal Suap ke Bupati Pangonal
Poldasu Periksa Penyidik Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat
Poldasu Hentikan Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat
DPRDSU Apresiasi KPK Tangkap Bupati Pakpak Bharat
komentar
beritaTerbaru