Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Rantauprapat Diselimuti Kabut, Warga Rasakan Pagi yang Tak Biasa

Efran Simanjuntak - Selasa, 20 Januari 2026 09:26 WIB
456 view
Rantauprapat Diselimuti Kabut, Warga Rasakan Pagi yang Tak Biasa
Foto: harianSIB.com/Efran Simanjuntak
KABUT: Warga pengendara mengurangi laju kendaraan saat menembus kabut yang sedang menyelimuti kawasan Jalan Bibis, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, Selasa (20/1/2026) pagi.

Rantauprapat(harianSIB.com)

Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu diselimuti kabut, Selasa (20/1/2026) pagi. Fenomena alam ini menghadirkan suasana berbeda dari hari-hari biasanya.

Lapisan kabut tampak menggantung rendah, menyelimuti jalan-jalan utama, kawasan permukiman, perkantoran hingga area perladangan.

Sejak pukul 06.30 WIB, kabut sudah terlihat jelas dan membuat jarak pandang berkurang. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas berjalan lebih pelan.

Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, tampak ekstra waspada saat melintas, dengan menyalakan lampu kendaraan dan menjaga kecepatan demi keselamatan.

Baca Juga:
Kabut pagi juga membawa nuansa sejuk yang jarang dirasakan belakangan ini. Udara terasa lebih dingin dan segar, memberikan sensasi nyaman bagi warga yang memulai aktivitas.

Suasana ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menikmati pagi dengan santai sebelum kesibukan harian dimulai.

Ada juga warga yang mengabadikan momen langka tersebut. Dengan kamera ponsel, mereka memotret suasana kota yang tampak samar tertutup kabut.

Beberapa sudut Rantauprapat bahkan terlihat seperti daerah pegunungan, di antaranya Kelurahan Urungkompas dan Bakaranbatu Kecamatan Rantau Selatan, menghadirkan kesan eksotis.

Menurut pengakuan warga, kabut setebal ini sudah cukup lama tidak terjadi. "Biasanya ada kabut, tapi tidak setebal pagi ini. Rasanya Rantauprapat seperti kota di dataran tinggi," kata Pendi, warga yang ditemui di Jalan Belibis Rantauprapat.

Seiring berjalannya waktu, kabut perlahan mulai menipis ketika matahari mulai bersinar. Bangunan, pepohonan, dan aktivitas warga kembali terlihat jelas. Denyut kehidupan kota kembali berjalan normal, meski sebagian warga masih tetap waspada.

Fenomena kabut ini dipengaruhi tingginya kelembapan udara pada malam hingga dini hari, ditambah dengan penurunan suhu yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan uap air mengembun dan membentuk kabut di permukaan.

Masyarakat sebaiknya tetap berhati-hati, terutama saat berkendara di pagi hari. Jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak waspada dan berhati-hati. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seorang Pelajar Tewas Tertabrak Kereta Api di Sinaksak
PN Medan Batalkan SP3 Polda Sumut, Penyidikan Kasus Penipuan Dilanjutkan
Polemik Yayasan Sari Mutiara Masuk Ranah Pidana, Dugaan Pemalsuan Akta Dilaporkan ke Polda Sumut
Panitia Natal Perantau Sumut Salurkan Bantuan ke Gereja Terdampak Bencana di Tapteng-Tapsel
Brimob Polda Sumut Gelar Go To School dan Trauma Healing di Batang Toru
12 Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp43,7 M di Batubara Segera Disidang
komentar
beritaTerbaru