Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Pengelola Keuangan Desa di Tapsel Wajib Pakai CMS

Anwar Lubis - Jumat, 23 Januari 2026 17:41 WIB
344 view
Pengelola Keuangan Desa di Tapsel Wajib Pakai CMS
Foto: Dok/Pemkab Tapsel
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menjelaskan pentingnya penerapan CMS non tunai untuk transparansi keuangan desa, di Aula Sarasi, Kamis (22/1/2026).

Tapsel(harianSIB.com)

Mulai tahun ini, seluruh pengelola keuangan desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), wajib menggunakan Cash Management System (CMS) dengan transaksi non tunai. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, sekaligus menutup celah penyimpangan.

Pemerintah Kabupaten Tapsel menggelar sosialisasi sistem ini di Aula Sarasi, Kompleks Perkantoran Bupati, Kamis (22/1/2026). Kegiatan diikuti seluruh pengelola keuangan desa se-Tapsel.

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menjelaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan merupakan keniscayaan yang tak bisa dihindari di era modern.

Menurutnya, digitalisasi keuangan desa akan membawa banyak manfaat, terutama dalam hal kecepatan dan keakuratan data.

Baca Juga:
"Digitalisasi ini arahnya cepat dan real time. Sangat penting untuk membantu kecepatan serta keakuratan dalam pengelolaan keuangan. Kalau pengelolaan keuangan sudah transparan, maka tidak perlu ditakuti karena tidak ada lagi ruang untuk main-main," tegas Gus Irawan sebagaimana dikutip dalam keterangan Pemkab Tapsel, Jumat (23/1/2026).

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, ada beberapa alasan utama mengapa Pemkab Tapsel mewajibkan penggunaan CMS non tunai untuk pengelolaan keuangan desa.

Pertama, sistem dapat mendorong pengelolaan keuangan yang lebih aman, transparan dan akuntabel. Dengan digitalisasi, setiap transaksi tercatat secara otomatis dan dapat dipantau secara real-time.

Kedua, sistem digital mampu mengurangi potensi kesalahan dalam pencatatan maupun celah penyimpangan dana. Hal itu karena seluruh proses terekam dalam sistem yang terintegrasi.

Ketiga, penerapan CMS akan menghemat waktu aparatur desa yang selama ini banyak tersita dalam penyusunan laporan keuangan secara manual. Dengan sistem digital, laporan dapat dibuat lebih cepat dan akurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tapsel Muhammad Yusuf menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional dan daerah dalam penatausahaan keuangan desa.

"Dengan sistem ini, diharapkan dapat mengurangi kecurangan serta meminimalkan risiko permasalahan hukum. Kabupaten Tapsel menjadi daerah kedua di Sumatera Utara setelah Kabupaten Humbang Hasundutan yang menerapkan sistem ini," jelasnya.

Gus yang juga mantan Direktur Bank Sumut itu menekankan, pentingnya dana desa benar-benar berputar dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Apalagi, sejumlah wilayah di Tapsel baru saja mengalami bencana alam yang berdampak pada gagal panen dan kerugian ekonomi.

"Saya berharap dana desa benar-benar berputar di desa. Semua potensi yang ada harus kita maksimalkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," ujarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong upaya pemulihan pascabencana, termasuk optimalisasi lahan pertanian dan rencana pencetakan sawah baru.

Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa PT Bank Sumut Dody Nurman Syahputra mengapresiasi komitmen Pemkab Tapsel dalam menerapkan digitalisasi keuangan desa.

Menurutnya, kebutuhan informasi yang cepat dan akurat merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk pembinaan UMKM.

Ia berharap, sinergi dan komunikasi yang baik antara PT Bank Sumut dengan Pemkab Tapsel dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan daerah.

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi pemaparan materi dari narasumber Elida Dian Novita dan Muhammad Ikbal Harahap dari PT Bank Sumut yang menjelaskan secara teknis penerapan CMS dalam pengelolaan keuangan desa.

Turut hadir Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok Ade Irma Hakim Nasution, para camat, kepala urusan keuangan desa serta petugas pengelola dan penatausahaan keuangan desa se-Kabupaten Tapsel. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang
Bupati Tapsel: Kamtibmas dan Persatuan yang Kokoh Sangat Dibutuhkan
Tumpang Tindih Dana Desa
Pemerintah Telah Kucurkan Dana Desa Rp 187 Triliun
Fokus Pembangunan Ekonomi, Sandiaga Janji Perkuat UMKM
Pengadaan Ambulance Rp 245 Juta Menggunakan Dana Desa di PIR ADB Langkat Jadi Sorotan Berbagai Kalangan
komentar
beritaTerbaru