Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Berkunjung ke DKP, Pemko Tebingtinggi Laporkan Banyak Perlintasan KA Tak Berpalang

Humala Siagian - Rabu, 28 Januari 2026 19:35 WIB
184 view
Berkunjung ke DKP, Pemko Tebingtinggi Laporkan Banyak Perlintasan KA Tak Berpalang
Foto Dok/Dishub Tebingtinggi
FOTO BERSAMA : Sekda Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik didampingi Kadis Perhubungan Yustin Bernat Hutapea foto bersama dengan Direktur Keselamatan Perkeretaapian Jumardi ST, MT, Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Danan Widhonarko dan Inspektur

Tebingtinggi(harianSIB.com)

Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik bersama Kadishub Tebingtinggi Yustin Bernat Hutapea audiensi ke Direktorat Keselamatan Perkeretapian (DKP), Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Tujuan ke DKP untuk melaporkan di Tebingtinggi banyak perlintasan kereta api tidak pakai palang dan berharap ada tindak lanjut agar tragedi kereta api yang menabrak minibus di perlintasan Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebingtinggi baru-baru ini yang memakan korban jiwa hingga 9 orang tidak terulang kembali

Rombongan diterima Direktur Keselamatan Perkeretaapian Jumardi ST, MT, Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Danan Widhonarko, S.Sos, M.Si dan Inspektur Prasarana Perkeretaapian Yayat Hendayana, SH, MA

Baca Juga:
Erwin Suheri Damanik mengatakan, kepada DKP dilaporkan, di Tebingtinggi sering terjadi kecelakaan kereta api menabrak minibus karena banyaknya perlintasan yang tidak memiliki palang pintu atau portal

"Kita tidak mau, kejadian serupa terjadi lagi. Itulah sebabnya kita ke DKP untuk mencari solusi," ujar Sekda

Erwin Suherdi Damanik mengatakan bahwa hasil pertemuan mereka dengan DKP lewat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Tebingtinggi agar tidak terjadi lagi kecelakaan KA. Keamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.

Dijelaskan, perlintasan kereta api di Tebingginggi yang rawan terjadi kecelakaan ada di 8 titik. Untuk ini ada dua opsi yang ditawarkan Pemko Tebingtinggi ke PT KAI.

Opsi pertama, di lahan tempat palang atau portal milik PT KAI, Pemko Tebingtinggi tidak boleh membangun. Bila ada pembangunan harus ada MoU Pinjam Pakai Lahan. Bila memungkinkan Pemko Tebingtinggi akan membuat portal dan pos jaga serta menempatkan petugas jaga di lokasi tersebut.

Opsi kedua, pihak PT KAI bisa membangun palang atau portal serta pos jaga di 8 titik yang dinilai rawan dan petugas jaga dari Pemko Tebingginggi

"Hasil pertemuan kita, nampkanya ada gayung bersambut. Moga PT KAI cepat merealisasikan opsi yang kita tawarkan, sehingga di Tebingtinggi tidak ada lagi kecelakaan KA," ujar Erwin Suheri.(**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bos Badan Intelijen Rusia Meninggal karena Sakit Parah
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
PSS Sleman Yakin 99 Persen Bakal Naik Kasta
Polres Gelar Turnamen Sepakbola Piala Kapolres Simalungun
Jokowi Minta Fasilitas Fiskal di Kawasan Khusus Dievaluasi
Susi Tangkap 633 Kapal Maling Ikan, 488 Ditenggelamkan
komentar
beritaTerbaru