Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Anggaran BOS SD Negeri 077786 Tuhembaruzo Nyaris Rp600 Juta, Realisasi Dipertanyakan Sejak 2021

Normalius Gori - Kamis, 29 Januari 2026 19:03 WIB
388 view
Anggaran BOS SD Negeri 077786 Tuhembaruzo Nyaris Rp600 Juta, Realisasi Dipertanyakan Sejak 2021
Foto: SIB/Normalius Gori
TAK BERFUNGSI — Kepala SD Negeri 077786 Tuhembaruzo, Denar Simatupang, menunjukkan kondisi toilet sekolah yang belum dapat difungsikan dan dipenuhi lumut, Kamis (29/1/2026).

Nias(harianSIB.com)

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 077786 Tuhembaruzo, Desa Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, sekolah tersebut tercatat menerima dana BOS hampir Rp600 juta sejak 2021 hingga 2025, namun realisasi penggunaannya diduga tidak terlihat secara signifikan di lapangan.

Aktivis antikorupsi Kepulauan Nias, Harpendik Waruwu, kepada SIB News Network (SNN), Kamis (29/1/2026), mengungkapkan bahwa dana BOS tahun 2021 sebesar Rp99.498.000 dan tahun 2022 sebesar Rp139.015.150 diduga tidak direalisasikan sesuai peruntukan.

"Pengadaan buku pelajaran dan pemeliharaan sarana prasarana menjadi tanda tanya besar. Hingga kini, fasilitas dasar seperti toilet sekolah masih belum layak digunakan," ujar Harpendik.

Baca Juga:
Pada tahun 2023, sekolah kembali menerima dana BOS sebesar Rp141.988.600, disusul tahun 2024 sebesar Rp67.465.000 dan tahun 2025 sebesar Rp145.830.748.

Dengan demikian, total dana BOS yang diterima SD Negeri 077786 Tuhembaruzo selama lima tahun mencapai hampir Rp600 juta.

Menurut Harpendik, dengan anggaran sebesar itu seharusnya terdapat perubahan nyata, khususnya pada fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

"Toilet sekolah seharusnya sudah selesai dan berfungsi. Ini menyangkut kesehatan dan kenyamanan siswa," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 077786 Tuhembaruzo, Denar Yosafat Simatupang, mengaku tidak dapat menjelaskan secara rinci penggunaan dana BOS tahun 2021–2022.

Ia berdalih bendahara sekolah pada periode tersebut telah pindah tugas.

"Terkait dana BOS tahun 2023 hingga 2025, anggaran sudah direalisasikan," kata Denar.

Mengenai pembangunan toilet sekolah yang hingga kini belum selesai, Denar menyebutkan bahwa pengerjaan tertunda karena tukang yang mengerjakan sedang mengalami kedukaan.

Ia juga mengklaim anggaran pengembangan perpustakaan telah dibelanjakan, meskipun belum dapat menunjukkan buku-buku yang dimaksud.

Keterangan berbeda disampaikan salah seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai realisasi dana BOS di sekolah tersebut tidak terlihat secara nyata.

"Selama hampir lima tahun, toilet tidak pernah diperbaiki. Padahal dana BOS setiap tahun puluhan juta. Toilet itu kebutuhan mendasar bagi anak-anak," ujarnya.

Pantauan jurnalis harianSIB.com di lokasi menunjukkan hanya beberapa item yang dapat ditunjukkan pihak sekolah, di antaranya satu unit genset serta sejumlah material bangunan seperti semen dan besi yang disebut untuk pembangunan toilet. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polisi Grebek Kantor Sekretariat PAC Ormas di Sunggal Dijadikan Lokasi Judi, 4 Orang Diamankan
Alinafiah Matondang : Harus Segera Non Aktifkan dari Jabatannya
Program CSR SOL Dorong Produktivitas Bawang Merah di Pahae Jae dan Pahae Julu
Sri Pranoto Buka Rakerda Kanwil BPN Sumut Tahun 2026
Irwan Peranginangin: JPU Tidak Menjelaskan Secara Konkret Perbuatan Yang Dituduhkan
Naslindo Sirait Tersangka Korupsi, Bobby Nasution: Kalau Ditahan Langsung Saya Copot
komentar
beritaTerbaru