Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Pemerhati Buruh Yakin Pemerintah Tak Sia-siakan Nasib Pekerja TPL

Anwar Lubis - Senin, 09 Februari 2026 19:07 WIB
1.015 view
Pemerhati Buruh Yakin Pemerintah Tak Sia-siakan Nasib Pekerja TPL
Alboin Butarbutar SH M.Hum

Taput(harianSIB.com)

Pemerhati buruh Alboin Butarbutar SH MHum mengimbau para pekerja PT TPL (Toba Pulp Lestari) Tbk untuk tetap tenang menyikapi pengambilalihan lahan konsesi perusahaan oleh pemerintah.

Alboin yang juga mantan fungsionaris Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan kini menjadi dosen Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) meyakini, pemerintah tidak akan menyia-nyiakan nasib para pekerja.

"Agar para buruh yang tergabung khususnya yang ada di PT TPL tetap tenang dan tidak terprovokasi ikut-ikutan demo yang tidak jelas yang digagas oleh aliansi dadakan," ujar Alboin dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, dalam proses take over lahan konsesi TPL pasca keluarnya SK Nomor 87 Tahun 2026 tertanggal 27 Januari 2026, pemerintah dipastikan akan sangat memperhatikan nasib para buruh.

Baca Juga:
Alboin menekankan keyakinannya bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kepentingan ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup di PT TPL.

"Pemerintah tidak akan menyia-nyiakan nasib keberadaan semua buruh untuk lebih sejahtera," tegasnya.

Menurutnya, para buruh harus tetap berkomunikasi dengan pemerintah tentang keberadaan mereka agar dapat dipertahankan ketika penguasaan lahan diambil alih oleh perusahaan negara yang baru sebagai pengelola eks konsesi TPL.

Alboin menjelaskan, sesuai SK dimaksud, pemerintah tidak menutup perusahaan PT TPL. Yang diambil alih hanya lahan konsesinya untuk selanjutnya dikuasai negara dan dikelola guna kemakmuran rakyat.

"Sesuai SK dimaksud, pemerintah sedang mengambil lahan eks konsesi TPL untuk dikuasai negara dan selanjutnya akan dipergunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat," jelasnya seraya menyebut, pengambilalihan melalui penguasaan lahan oleh negara juga adalah untuk tujuan kemakmuran rakyat Indonesia telah sesuai dengan UUD 1945.

Ia menambahkan, pemerintah telah sangat bijak mempertahankan keberadaan konsesi eks TPL dengan mengelolanya dalam bentuk perusahaan milik negara

Alboin mendesak para buruh untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur yang tepat, yakni dengan berkomunikasi langsung dengan pemerintah.

"Berjuanglah tetap agar para buruh yang terkena dampak pasca SK dimaksud dialihkan statusnya menjadi buruh pada perusahaan yang baru yang mengambil alih penguasaannya oleh pemerintah," katanya.

Menurut dia, para buruh seharusnya berterima kasih kepada pemerintah atas kebijakan ini. Sebab, pemerintah telah memilih opsi terbaik dengan mengambil alih lahan dan mengelolanya melalui perusahaan negara, ketimbang membiarkan lahan tersebut terlantar.

Alboin memperingatkan para pekerja untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menggelar demonstrasi tanpa tujuan yang jelas.

"Kita harus memberikan kesempatan dan ruang yang seluas-luasnya kepada para pihak, yaitu antara pemerintah dan pihak TPL dengan melibatkan buruh dalam pelaksanaan pasca putusan SK dimaksud," ujarnya.

Ia berharap, semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi terbaik bagi nasib para pekerja, tanpa harus terjebak dalam aksi-aksi yang justru kontraproduktif (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lagu Tradisi Tapanuli Diiringi Perkusi Toraja
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
Semarakkan HUT ke-73 TNI, Dandim 0212/TS Lepas Peserta Trabas Alam Tapanuli
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
Ephorus Harapkan RS HKBP Balige Jadi Rumah Sakit Rujukan di Tapanuli
komentar
beritaTerbaru