Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026
- Pasca Bencana di Sitahuis Tapteng

Tim Dosen dan Mahasiswa UNITA Terjun Langsung Lakukan Pemulihan Trauma Psikososial Berbasis Kearifan Lokal

Bongsu Batara Sitompul - Minggu, 08 Maret 2026 18:18 WIB
570 view
Tim Dosen dan Mahasiswa UNITA Terjun Langsung Lakukan Pemulihan Trauma Psikososial Berbasis Kearifan Lokal
Foto: /Dok /Dekan Fakultas Ekonomi UNITA
BANTUAN: Tim Dosen bersama Mahasiswa UNITA menyerahkan bantuan mesin pengolahan sagu modern yang terdiri dari mesin pemarut sagu, mesin penepung sagu serta bantuan bibit pepaya kepada kelompok petani produktif dan ibu-ibu PKK yang memiliki potensi untuk m

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra dilaksanakan adalah bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Dosen bersama Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) terjun langsung melakukan pemulihan trauma psikososial berbasis kearifan lokal pasca bencana banjir di Desa Simaninggir Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) selama 23 hari.

Program itu merupakan hasil kerja sama antara Kemenristeksaintek dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) dalam upaya membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana banjir melalui pemulihan psikososial, pendidikan serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan itu dipimpin Ketua Tim Holmes Rajagukguk SPd MHum dengan anggota tim dosen yaitu Dr Rosalinda Sitompul SE MM, Juandi Nababan SPd MPd, dan Lambok Simatupang SP MP bersama sejumlah mahasiswa yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program.

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Kemenristeksaintek sebagai bagian dari program penguatan peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di daerah yang terdampak bencana.

Ketua Tim Holmes Rajagukguk SPd MHum kepada SIB, Sabtu (7/3) menjelaskan, banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah sebelumnya telah memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat baik dari segi sosial, ekonomi maupun psikologis. Banyak warga mengalami trauma akibat bencana tersebut, terutama anak-anak yang mengalami ketakutan dan kehilangan rasa aman.

"Pemulihan trauma psikososial berbasis kearifan lokal untuk korban terdampak bencana merupakan program dirancang tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik lingkungan tetapi juga memulihkan kondisi psikologis masyarakat melalui pendekatan sosial dan budaya yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat," jelasnya.

Holmes menerangkan, Tim Dosen bersama Mahasiswa UNITA terjun langsung melakukan pemulihan trauma psikososial berbasis kearifan lokal untuk korban terdampak bencana di Desa Simaninggir Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah sejak tanggal 3 Februari 2026.

"Salah satu kegiatan utama dalam program itu adalah trauma healing pascabencana yang melibatkan anak-anak, remaja dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut dilakukan melalui berbagai metode yang bersifat edukatif dan rekreatif seperti permainan kelompok, kegiatan seni, motivasi, serta pendekatan komunikasi yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi bagian dari budaya lokal masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal tersebut terbukti mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan membantu masyarakat secara perlahan mengurangi rasa trauma akibat bencana yang mereka alami.

Selain kegiatan pemulihan psikososial, tim dosen dan mahasiswa juga aktif melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat dalam membersihkan lingkungan desa yang terdampak banjir.

"Kegiatan itu tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana," ujarnya.

Holmes juga memaparkan, di bidang pendidikan, mahasiswa turut berperan aktif dalam membantu proses pembelajaran di sekolah. Mereka memberikan pendampingan belajar kepada siswa Sekolah Dasar serta membagikan perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan pulpen kepada anak-anak. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa yang sebelumnya sempat terganggu akibat bencana.

"Kehadiran mahasiswa juga memberikan motivasi baru bagi anak-anak untuk tetap semangat dalam melanjutkan pendidikan mereka. Program itu juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan kelompok ibu-ibu PKK di Desa Simaninggir. Dalam rangka mendukung pengembangan usaha produktif masyarakat, tim program memberikan bantuan bibit pepaya kepada para petani sebagai upaya mendorong pengembangan pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga," paparnya.

Holmes mengatakan, tanaman pepaya dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, cepat menghasilkan, dan memiliki potensi ekonomi yang cukup baik jika dikelola secara berkelanjutan.

"Selain itu, masyarakat juga mendapatkan bantuan teknologi dan inovasi berupa alat pengolahan sagu yang terdiri dari mesin pemarut sagu, mesin penepung sagu, serta mesin penjahit karung untuk hasil produksi sagu. Bantuan peralatan itu langsung diberikan kepada kelompok petani produktif dan ibu-ibu PKK yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha pengolahan sagu sebagai produk ekonomi lokal," terangnya.

Menurutnya, dengan adanya teknologi ini, masyarakat diharapkan dapat mengolah sagu menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan maupun sebagai bahan pakan ternak. Pengolahan sagu yang lebih modern juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Masyarakat Desa Simaninggir menyambut program tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur. Mereka merasakan langsung manfaat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa. Selain membantu pemulihan psikologis masyarakat, program itu juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan ekonomi mereka setelah terdampak bencana.

Melalui kesempatan ini, Kepala Desa Simaninggir, Parasian Tarihoran juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenristeksaintek atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Dr Meslin Silalahi MPd yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pemulihan Trauma Psikososial Berbasis Kearifan Lokal pasca bencana di Desa Simaninggir ini," ujarnya.

Program Mahasiswa Berdampak tersebut diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pemulihan pasca bencana. Tidak hanya membantu masyarakat pulih dari trauma, program itu juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal dan penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan. (I3)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru