Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Truk Sampah Tanpa Terpal Resahkan Warga Kota Wisata Rohani Tarutung

Anwar Lubis - Jumat, 13 Maret 2026 19:50 WIB
138 view
Truk Sampah Tanpa Terpal Resahkan Warga Kota Wisata Rohani Tarutung
Foto harianSIB.com
Suasana jalan protokol Kota Tarutung, Kabupaten Taput, Jumat (13/3/2026), saat truk sampah tanpa terpal melintas berdampingan dengan kendaraan umum.

Taput(harianSIB.com)

Truk pengangkut sampah tanpa terpal penutup melintas di jalan protokol Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (13/3/2026). Operasional kendaraan itu pada pukul 13.00 WIB menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga di kota yang dikenal sebagai destinasi wisata rohani tersebut.

Yang menjadi sorotan, bau menyengat menyebar ke sepanjang jalur yang dilalui kendaraan tersebut, mengganggu kenyamanan masyarakat yang tengah beraktivitas di siang hari.

Tumpukan sampah dalam bak truk tampak menggunung, sebagian besar berupa kantong plastik hitam yang tidak tertutup rapat, sehingga aroma busuk tak terhindarkan menyergap warga sekitar.

Padahal Tarutung dikenal luas sebagai kota wisata rohani, destinasi kunjungan ribuan wisatawan setiap tahunnya terutama wisatawan Kristiani dari berbagai penjuru Sumatera Utara, nusantara, hingga mancanegara.

Baca Juga:
Kota yang menjadi ibu kota Kabupaten Taput ini selama ini dibanggakan karena nilai spiritualitas dan budaya yang melekat kuat, termasuk keberadaan objek wisata Salib Kasih di Bukit Siatas Barita dan sejumlah situs bersejarah kekristenan di tanah Batak.

Warga yang melintas di lokasi tak sedikit yang menyatakan ketidaknyamanannya. L Siahaan (42), ibu rumah tangga yang tengah berjalan kaki di kawasan tersebut, mengaku harus menutup hidung ketika truk itu melintas di dekatnya.

Hal senada diungkapkan R Pangaribuan (35), pengendara sepeda motor yang sempat berada tepat di belakang truk tersebut di salah satu persimpangan jalan kota.

"Saya sampai pindah jalur karena tidak kuat sama baunya. Masa truk sampah boleh jalan siang-siang tanpa ditutup ? Kasihan juga yang berjualan di pinggir jalan," kata Pangaribuan.

Para pedagang yang membuka lapak di sepanjang jalan yang dilalui truk tersebut menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung. R Hutabarat (50), pemilik warung makan di pinggir jalan kawasan Tarutung, menyatakan kejadian serupa sudah berulang kali terjadi namun belum ada perbaikan dari pihak berwenang.

"Baunya sampai ke warung saya. Pelanggan jadi tidak nyaman makan di sini. Sudah sering begini, tapi tidak ada perubahan," keluh Hutabarat.

Ia mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mewajibkan penggunaan terpal penutup pada seluruh armada truk sampah yang beroperasi di jalan umum, sekaligus mengevaluasi jadwal pengangkutan agar tidak dilakukan pada jam-jam sibuk siang hari.

Evaluasi jadwal operasional itu juga menjadi tuntutan D Tampubolon (28), pengemudi angkutan kota yang turut melintas di lokasi. Ia mempertanyakan mengapa pengangkutan sampah di Tarutung masih dilakukan pada tengah hari, berbeda dengan praktik di banyak kota lain yang umumnya mengoperasikan truk sampah pada dini hari atau malam hari.

Kekhawatiran atas dampak terhadap citra kota turut disuarakan M Simanjuntak (55), warga yang sudah lama bermukim di dekat jalur yang kerap dilewati truk sampah tersebut.

Kota Tarutung kerap menerima kunjungan wisatawan terutama pada hari-hari besar keagamaan, sehingga kondisi kebersihan jalan dinilai menjadi cermin langsung bagi nama baik Tarutung sebagai kota wisata rohani.

"Kita bangga Tarutung disebut kota wisata rohani. Tapi kalau tamu dari luar lihat truk sampah terbuka kayak begini, malu juga kita," ujarnya (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Taput Bersama Dandim 0210 dan Sejumlah OPD Sidak ke Pasar Tarutung
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
Petani di Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon Kesulitan Dapatkan Pupuk Subsidi
Warga Tarutung Keluhkan Jalan Rusak Menuju Perkantoran
komentar
beritaTerbaru