Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pelajar Tewas di Samosir, DPRD Sumut Sebut Alarm Keras Kepedulian Sosial

Firdaus Peranginangin - Rabu, 01 April 2026 16:14 WIB
546 view
Pelajar Tewas di Samosir, DPRD Sumut Sebut Alarm Keras Kepedulian Sosial
(Foto harianSIB.com/Firdaus)
Muniruddin Ritonga SHI

Medan(harianSIB.com)

Tragedi meninggalnya seorang pelajar di Kabupaten Samosir menjadi perhatian serius DPRD Sumatera Utara. Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB, Muniruddin Ritonga SHI, menyebut peristiwa tersebut sebagai "alarm keras" bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial dan mental generasi muda.

Remaja berinisial PJS (16), warga Kecamatan Simanindo, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin (30/3/2026). Dugaan sementara, korban mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi keluarga.

"Ini bukan hanya peristiwa biasa. Ini menyayat hati dan menjadi alarm keras bagi kita semua, khususnya pemerintah daerah, untuk lebih hadir melindungi generasi muda," ujar Muniruddin kepada wartawan di Medan, Rabu (1/4/2026).

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut itu menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak tertentu, namun menilai lemahnya kepedulian sosial dapat memperparah kondisi anak-anak yang hidup dalam tekanan.

Baca Juga:
"Kita dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi gotong royong. Tapi tragedi ini menunjukkan masih ada anak-anak yang merasa sendirian menghadapi kesulitan," katanya.

Muniruddin yang juga Ketua Garda Bangsa Sumut menekankan pentingnya membangun sistem kepedulian sosial yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, setiap anak harus memiliki akses bantuan saat menghadapi kesulitan, terutama terkait ekonomi dan pendidikan.

"Jangan sampai ada anak yang tertekan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua atau guru, tapi seluruh elemen masyarakat," tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumut lebih responsif terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan, kebijakan pemerintah seperti Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA) juga perlu mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat kecil, termasuk pelajar dari keluarga kurang mampu.

Muniruddin turut menyoroti peran pemerintah desa dan lingkungan sekitar dalam mendeteksi dini kondisi warga yang rentan.

Sebelumnya, warga Kecamatan Simanindo dikejutkan dengan penemuan jasad PJS di kamar mandi rumahnya. Korban diketahui merupakan pelajar di salah satu SMA negeri di Kabupaten Samosir.

Kepala Desa Huta Ginjang, Rinsan Situmorang, menyebut keluarga korban tergolong kurang mampu. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membebani psikologis korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian bersama terhadap kondisi sosial dan mental anak-anak di Sumatera Utara agar kejadian serupa tidak terulang.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata Sumut: 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi Favorit
11.276 Personel Amankan Arus Balik Lebaran di Sumut
Laporan Mandek 1,5 Tahun di Polres Samosir, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Waris Dilaporkan ke Polda Sumut
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Nuriani Sinurat di Samosir
Polres Samosir Gelar Rekonstruksi di Lapas Kelas III Pangururan, Wartawan Tidak Boleh Bawa Handphone
Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Lagunda Sergai
komentar
beritaTerbaru