Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 08 April 2026

Ephorus HKBP Serukan Kebangkitan Kristus sebagai Jawaban atas Krisis Dunia

Anwar Lubis - Minggu, 05 April 2026 16:25 WIB
348 view
Ephorus HKBP Serukan Kebangkitan Kristus sebagai Jawaban atas Krisis Dunia
Foto Dok/hkbp.or.id
Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan MST

Tarutung (harianSIB.com)

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan MST, mengeluarkan Pesan Paskah Tahun 2026 yang menegaskan, bahwa kebangkitan Yesus Kristus merupakan jawaban atas berbagai krisis yang tengah melanda dunia saat ini.

Pesan resmi bernomor surat 361/L18/III/2026 itu dikeluarkan dari kantor pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara (Taput), pada 26 Maret 2026.

Dalam suratnya, Tinambunan menyebut Paskah sebagai peristiwa agung dalam sejarah umat Kristen, yakni kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Menurutnya, kebangkitan Yesus adalah proklamasi kemenangan atas maut dan menjadi dasar iman Kristen.

"Karena Dia hidup, kita pun memiliki jaminan kebangkitan dan kehidupan yang kekal," tulisnya dalam pesan tersebut sebagaimana dikutip Minggu (5/4/2026).

Baca Juga:
Ephorus HKBP juga menyinggung kondisi dunia yang masih bergumul dengan krisis multidimensi, mulai dari krisis moral, ekonomi, ekologi, politik, hingga kemanusiaan.

Ia menyebut, eskalasi konflik di berbagai penjuru dunia semakin mempertebal bayang-bayang kecemasan global. Namun, ia menegaskan, bahwa kubur yang kosong memberi kepastian bahwa kasih dan kuasa Tuhan tidak dibatasi oleh penderitaan manusia.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ibadah Paskah di Rantauprapat Berlangsung Khidmat dan Aman
Drama Kolosal Via Dolorosa RNPB HKBP Parbubu Pukau Ratusan Jemaat di Siatas Barita
Remaja Naposo HKBP Bahal Gajah Tigabolon Gelar Prosesi Jalan Salib, Kenang Pengorbanan Yesus Kristus
Jemaat Padati Gereja, Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Berlangsung Khidmat
HKBP Siapkan Ibadah Raya 165 Tahun di GBK, Target 100 Ribu Jemaat
Pdt Victor Tinambunan: Dari Bencana, Rokok Pendeta, hingga "Jangan Bunuh Atas Nama Tuhan"
komentar
beritaTerbaru