Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Tradisi Buha-Buha Ijuk Warnai Perayaan Paskah Raya 2026 di Taput

Anwar Lubis - Minggu, 05 April 2026 19:26 WIB
379 view
Tradisi Buha-Buha Ijuk Warnai Perayaan Paskah Raya 2026 di Taput
Foto harianSIB.com/Anwar Lubis
Peserta pawai obor tradisional Buha-Buha Ijuk berjalan beriringan menyusuri jalan menuju Salib Kasih, Siatas Barita, Kabupaten Taput, Minggu (5/4/2026) subuh.

Taput (harianSIB.com)

Ribuan peserta membawa obor menerangi jalan dari Rumah Kapal menuju Salib Kasih di Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam pelaksanaan tradisi pawai Buha Buha Ijuk yang menjadi pembuka rangkaian perayaan Paskah Raya 2026, Minggu (5/4/2026) subuh

Titik-titik api dari ribuan obor bergerak beriringan dalam suasana khidmat, menyusuri jalur menanjak menuju puncak Siatas Barita.

Sepanjang jalan, lampu-lampu berbentuk salib terpasang di kiri dan kanan, memancarkan cahaya keemasan yang menyambut setiap langkah peserta.

Pawai Buha Buha Ijuk bukan sekadar arak-arakan biasa. Tradisi ini menjadi simbol harapan yang dibawa bersama dalam kebersamaan, sebuah ungkapan iman yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Batak Kristiani di tanah Tapanuli.

Baca Juga:
"Sudah beberapa kali saya ikut pawai ini, tapi rasanya selalu seperti pertama kali. Melihat semua orang berjalan bersama dalam keheningan sambil membawa api, itu menyentuh sekali," kata Reinhard Hutagalung (35), warga Tarutung yang hadir bersama rekan-rekannya.

Paginya juga, suasana di Open Stage Salib Kasih berubah penuh keceriaan. Ibadah Paskah pagi digelar di bawah langit terbuka diiringi hembusan angin pegunungan. Begitu ibadah usai, anak-anak berlarian mencari telur Paskah yang tersebar di sekitar area tersebut.

Telur Paskah dalam tradisi Kristen melambangkan kebangkitan menggambarkan Yesus Kristus yang bangkit dari kematian menuju kehidupan baru, sebagaimana anak ayam yang berjuang keluar dari cangkangnya.

Pesan itu pada pagi itu disampaikan bukan lewat khotbah, melainkan lewat tawa dan larian anak-anak di antara rerumputan hijau di lokasi Salib Kasih Siatas Barita.

"Kami tidak mau ketinggalan satu pun. Di sini suasananya berbeda, lebih terasa Paskahnya. Anak-anak saya juga sangat senang bisa ikut cari telur pagi ini," ujar Lenny Simanjuntak (42), warga Tarutung yang hadir bersama suami dan dua anaknya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (4/4/2026), kemeriahan Paskah juga menjalar ke jantung kota Tarutung. Halaman Sopo Partungkoan berubah menjadi panggung terbuka dalam gelaran Music on the Street yang dihadiri ribuan warga.

Taput Band membuka acara dengan penuh energi, disusul penampilan para seniman dari Dewan Kesenian Daerah Taput yang membawakan perpaduan musik tradisional dan kontemporer.

Puncak kemeriahan hadir ketika Marsada Band naik panggung. Warga yang semula hanya berdiri menonton seketika larut, bernyanyi bersama dan melambaikan tangan mengikuti irama.

Rangkaian perayaan Paskah Raya 2026 di Taput pun masih berlanjut pada Minggu sore di kawasan Salib Kasih, Siatas Barita, yang kembali akan dimeriahkan penampilan Marsada Band.

Diketahui, Salib Kasih Siatas Barita merupakan salah satu destinasi wisata religius terkemuka di Sumatera Utara. Setiap tahun, kawasan ini menjadi pusat perayaan Paskah bagi umat Kristiani yang berdatangan dari berbagai penjuru daerah, menjadikan Taput sebagai salah satu tujuan perayaan Paskah tersibuk di Pulau Sumatera. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Kepala SMKN 1 Siatas Barita Ganti Sepatu Siswa yang Dibakar dan Minta Maaf kepada Orangtua
Kapolres Taput Bersama Dandim 0210 dan Sejumlah OPD Sidak ke Pasar Tarutung
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
Orang Tua Tak Terima Perlakuan Kepala SMKN 1 Siatas Barita Bakar Sepatu Siswa
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
komentar
beritaTerbaru