Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Memprihatinkan, Jalan Pangkalan Sosa di Padang Lawas Rusak Parah Sudah 30 Tahun Terbengkalai

Robert Nainggolan - Sabtu, 18 April 2026 10:39 WIB
211 view
Memprihatinkan, Jalan Pangkalan Sosa di Padang Lawas Rusak Parah Sudah 30 Tahun Terbengkalai
Foto:harianSIB.com/Robert Nainggolan
Rusak Parah: Kondisi Jalan Pangkalan Sosa di Trans Pir 1A, Kecamatan Sosa Timur, Kabupaten Padang Lawas tampak rusak parah, menyulitkan aktivitas warga yang melintas. Foto dipetik Jumat (17/4/2026).

Sibuhuan(harianSIB.com)

Jalan Pangkalan Sosa sepanjang kurang lebih 37 kilometer di Kabupaten Padang Lawas tak sekadar rusak, tetapi juga menjadi potret nyata persoalan infrastruktur yang belum kunjung terselesaikan.

Ruas jalan yang menghubungkan Simpang PTPN4 Sosa di Desa Rutan Sogo, Kecamatan Hutaraja Tinggi hingga Kecamatan Sosa Timur dan menembus perbatasan Kabupaten Rokan Hulu, Riau itu hingga kini masih jauh dari kondisi layak dilalui, Sabtu (18/4/2026).

Bagi warga, kondisi ini bukan hal baru. Kerusakan jalan disebut telah berlangsung lebih dari 30 tahun, bahkan sejak sebelum Kecamatan Sosa Timur dimekarkan dari Batanglubu Sutam, dan sebelum Kabupaten Padang Lawas berdiri terpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Sudah puluhan tahun begini. Tidak pernah benar-benar diperbaiki," kata Gusnar Hasibuan (50) warga Papaso.

Baca Juga:
Ia menuturkan, jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan perkebunan, pabrik kelapa sawit, serta permukiman warga. Jalur ini melintasi hampir semua desa di kecamatan ini, mulai dari Sigalagala, Tanjung Ale, Trans 1A (pusat Kecamatan Sosa Timur), Papaso, Rombayan, Sialambue hingga Sibodak Papaso. Namun sepanjang sekitar 33 kilometer, kondisinya rusak berat.

"Aspal hotmix sepanjang 2 kilometer yang dibangun tahun 2017 di areal perkebunan PTPN4 saat ini pun sudah rusak parah," ujarnya.

Kontras terlihat di sebagian kecil ruas jalan. Setelah melewati tujuh desa di Kecamatan Sosa Timur, terdapat sekitar 4 kilometer jalan hotmix yang masih relatif baik, dibangun pada tahun 2019 dan melintasi Desa Gunung Inten, Pagaran Baringin, Muara Tige hingga ke jembatan perbatasan Sumatera Utara di Desa Gunung Manaon menuju Desa Bangun Purba Barat, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

"Yang dibangun tahun 2019 itu masih bagus. Tapi selebihnya sangat memprihatinkan," tambahnya.

Harapan warga sempat muncul ketika pada 2021 lalu ada wacana peningkatan status jalan menjadi jalan nasional. Namun hingga April 2026, rencana tersebut belum terealisasi.

Perbaikan yang ada dinilai tidak signifikan. Warga menyebut jalan tersebut seolah tidak pernah benar-benar tersentuh serius oleh pemerintah provinsi, selain perbaikan tambal sulam yang tidak bertahan lama.

Tak jarang masyarakat harus turun tangan sendiri dengan menimbun jalan menggunakan sirtu secara swadaya agar tetap bisa dilalui kendaraan.

Dari total panjang jalan, hanya sekitar 6 kilometer yang pernah diaspal hotmix. Ironisnya, 2 kilometer di antaranya kini kembali rusak. Sementara sisanya masih berupa jalan tanah (telpot) dan underlag.

"Setiap musrenbang, ini selalu kami usulkan sebagai prioritas. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan berarti," keluh Gusnar.

Keluhan serupa disampaikan Ibu Boru Panjaitan (35), warga Sigalagala yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. "Mau antar anak sekolah saja susah. Kalau hujan, jalannya becek dan berlumpur. Kalau panas dua hari saja, debunya luar biasa," katanya.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Warga mengaku lebih memilih menuju wilayah Kabupaten Rokan Hulu untuk menjual hasil kebun, berbelanja kebutuhan sehari-hari, berobat, hingga menyekolahkan anak.

"Kami lebih sering ke Rokan Hulu karena akses jalannya lebih baik," ujarnya.

Padahal, terdapat dua jalur penghubung antara Sumatera Utara dan Kabupaten Rokan Hulu. Selain Jalan Pangkalan Sosa, terdapat jalur Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan wilayah Hutaraja Tinggi menuju Kecamatan Tambusai Utara.

Namun menurut warga, Jalan Pangkalan Sosa memiliki nilai historis yang jauh lebih tua dan strategis.

"Dari zaman Belanda, ini sudah jadi jalur utama ke Rokan Hulu. Di Tabagsel dulu ada dua resimen, satu di Gunung Tua dan satu lagi di Papaso," ungkap Gusnar.

Ia menyebut, jalur tersebut dulunya menjadi akses penting penghubung antarwilayah. Namun sejak dibangunnya jalur lintas Riau melalui Tambusai Utara, keberadaan Jalan Pangkalan Sosa seolah terpinggirkan. "Sejak ada jalinsum lintas Riau itu, jalan kami seperti tidak dianggap lagi," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Palas Sein Nasution menyebut persoalan Jalan Pangkalan Sosa sudah lama menjadi keluhan masyarakat. "Sudah puluhan tahun kondisi ini terjadi. Tidak bisa lagi dibiarkan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus hadir dengan solusi konkret, bukan hanya perbaikan sementara," ujarnya.

Kini, warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak lagi memandang jalan tersebut sebagai jalur alternatif semata, melainkan sebagai akses strategis yang layak mendapat perhatian serius, bagi masyarakat, jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi, akses pendidikan, hingga masa depan generasi di wilayah itu.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Termiskin di Humbahas, Desa Sigulok dan Sanggarbatu Butuh Infrastruktur Jalan
Wabup Minta Himapalas - Riau Buat Terobosan, Ide dan Gagasan Baru untuk Palas Bercahaya
Pemukiman Warga dan Jalinsum P Siantar-Parapat Banjir
Harimau Liar Terjebak di Ruko Pasar di Inhil Riau, Box Trap Dipersiapkan
Beram Jalinsum Pematangsiantar-Parapat Ditimbun
KPK Cek Aliran Suap PLTU Riau ke Anggota DPRD Temanggung
komentar
beritaTerbaru