Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Anggaran Proyek IPA Tarutung Belum Dibuka, Transparansi Dipertanyakan

Anwar Lubis - Rabu, 01 Juli 2026 06:15 WIB
136 view
Anggaran Proyek IPA Tarutung Belum Dibuka, Transparansi Dipertanyakan
Foto: Dok. Kominfo
Rombongan Pemkab Tapanuli Utara meninjau pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Selasa (30/6/2026).

Tarutung(harianSIB.com)

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Tarutung terus berjalan. Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) belum mengungkap besaran anggaran maupun sumber pendanaan proyek yang akan melayani tiga kecamatan tersebut.

Wakil Bupati Taput, Deni Parlindungan Lumbantoruan, meninjau langsung progres pembangunan IPA di Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Selasa (30/6/2026). Peninjauan turut dihadiri Direktur Perumda Mual Na Tio David PPH Hutabarat, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Taput, dan Camat Sipoholon.

Dalam kesempatan itu, Deni menjelaskan IPA baru berkapasitas 50 liter per detik akan meningkatkan kapasitas SPAM IKK Tarutung dari 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik. Layanan air bersih nantinya diperluas ke Kecamatan Tarutung, Sipoholon, dan Siatas Barita.

"Kami ingin memastikan progres pembangunan IPA baru ini berjalan sesuai target, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," ujar Deni.

Baca Juga:
Ia meminta pelaksana proyek, PT Wijaya Karya (WIKA), mempercepat penyelesaian konstruksi agar fasilitas tersebut segera dapat dioperasikan oleh Perumda Mual Na Tio.

Selain itu, Deni menginstruksikan agar pelayanan kepada sekitar 12.000 pelanggan eksisting di Tarutung tetap menjadi prioritas sebelum dilakukan penambahan sambungan baru. Distribusi air akan dikolaborasikan dengan fasilitas penampungan di Tangsi.

Di sisi lain, Pemkab Taput juga menargetkan peningkatan tingkat pembayaran rekening air masyarakat dari sekitar 60 persen menjadi 80 persen seiring peningkatan kualitas pelayanan. Manajemen Perumda diminta melakukan pendataan pelanggan secara akurat, menyusun analisis kebutuhan peningkatan jaringan, serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

Meski demikian, dalam keterangan resmi yang disampaikan Pemkab Taput, tidak dicantumkan besaran anggaran proyek, nilai kontrak dengan PT Wijaya Karya, sumber pendanaan, maupun skema pembiayaan pembangunan IPA tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, harianSIB.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen Perumda Mual Na Tio mengenai nilai investasi proyek dan skema kontrak yang digunakan. Belum ada tanggapan resmi yang disampaikan.

Menanggapi hal itu, pemerhati kebijakan publik Taput, Hotman Simangunsong, menilai peninjauan lapangan oleh Wakil Bupati merupakan langkah positif, namun harus diikuti dengan keterbukaan informasi anggaran kepada masyarakat.

"Yang ditinjau itu fisik proyeknya, tapi yang paling penting justru tidak disampaikan, yaitu berapa anggarannya, dari mana sumbernya, dan bagaimana skema kontraknya dengan WIKA. Tanpa data itu, masyarakat sulit mengukur apakah proyek ini efisien atau tidak," ujarnya.

Menurut Hotman, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pembangunan yang menggunakan dana publik.

"Kalau memang proyek ini bersih dan dikerjakan dengan baik, semestinya tidak ada alasan untuk menutup informasi anggarannya. Justru keterbukaan itu akan memperkuat kepercayaan publik," katanya.

Ia juga menilai target peningkatan pembayaran rekening air hingga 80 persen hanya dapat tercapai apabila diiringi peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya melalui imbauan administratif kepada pelanggan.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Bupati Taput Dukung UKW di Bonapasogit
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Rijon Manalu Terpilih Sebagai Ketua DPC GAMKI Taput Periode 2018-2021
Trimedya Panjaitan: PDIP Harus Menang untuk Lebih Memajukan Taput
Trimedya Panjaitan Minta Polres Taput Menetapkan Pasal Berlapis kepada Tersangka
komentar
beritaTerbaru