Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 Juli 2026

Mahasiswa FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Studi Membangun Ekonomi Kerakyatan

Redaksi - Sabtu, 18 Juli 2026 20:25 WIB
256 view
Mahasiswa FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Studi Membangun Ekonomi Kerakyatan
Foto: SIB/Dok Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UNITA
STUDI BANDING: Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen UNITA bersama Ketua Prodi Manajemen Ester Mawar Siagian SE MM dan para dosen menggelar studi banding di Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan ekonomi global, koperasi kembali mendapat perhatian sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi nasional.

Namun, tantangan regenerasi pengelola koperasi dan rendahnya minat generasi muda menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) menghadirkan pembelajaran yang membawa mahasiswa keluar dari ruang kampus menuju dunia nyata.

Mahasiswa Fakultas EkonomiUNITA menggelar studi banding pada Rabu (8/7) ke Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara serta Koperasi Produsen Kartika Tapanuli Utara.

Baca Juga:

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas EkonomiUNITA, Ester Mawar Siagian SE MM kepada SIB, Jumat (17/7) menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti studi banding tersebut diajak memahami bagaimana koperasi dikelola secara profesional sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik dan memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana sebuah koperasi bertahan, berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Pembelajaran

seperti ini membentuk kemampuan analitis, kepemimpinan dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Ia juga menerangkan, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini memperlihatkan bahwa teori manajemen tidak akan memberikan dampak optimal tanpa dipadukan dengan praktik lapangan.

Baca Juga:

Mahasiswa mengamati secara langsung tata kelola koperasi, mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT), pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga tantangan transformasi digital yang dihadapi koperasi saat ini," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara BM Augus Sinaga SP MSi memberikan pemahaman mengenai pentingnya tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi laboratorium nyata untuk menghubungkan konsep manajemen strategis, kepemimpinan, pemasaran, dan kewirausahaan dengan kondisi riil di lapangan.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Koperasi dan UMKM Fakultas EkonomiUNITA, Dahlia Nopelina Siallagan SE MM mengatakan, koperasi bukan sekadar materi kuliah, melainkan model bisnis yang mampu menciptakan pemerataan ekonomi apabila dikelola secara profesional.

"Kegiatan studi banding itu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan pelaku koperasi. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mencetak generasi muda yang mampu melakukan transformasi koperasi melalui inovasi bisnis, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan tata kelola organisasi," ujarnya.

Di era digitalisasi saat ini, ketika banyak anak muda lebih tertarik membangun perusahaan rintisan (startup), koperasi justru memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi organisasi bisnis modern yang inklusif.

Baca Juga:

Digitalisasi layanan, pemasaran berbasis media sosial, sistem keuangan berbasis aplikasi, hingga pengembangan produk lokal bernilai tambah merupakan ruang inovasi yang membutuhkan kontribusi generasi muda.

Oleh sebab itu, pembelajaran yang menghubungkan kampus dengan dunia usaha dan masyarakat tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga calon pemimpin yang mampu mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Apa yang dilakukan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen UNITA menjadi contoh bahwa pendidikan tinggi dapat berperan aktif menyiapkan SDM koperasi yang inovatif, profesional, dan siap menghadapi tantangan Indonesia menuju ekonomi yang lebih inklusif. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dr RE Nainggolan: Tapasada Academy Program Brilian Tingkatkan SDM dan Ekonomi di Tapanuli Utara
MAXi Yamaha Day 2026 Digelar di Karo, Komunitas Skutik Diajak Touring
UNITA dan KMDT Teken MoU Pengembangan SDM Pariwisata Kawasan Danau Toba
Dosen UNITA Edukasi Siswa SMAS Singosari Delitua Waspadai Penipuan AI dan UU ITE
Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Dalami Teori Manajemen Bisnis Pariwisata
Pelatihan Turi-Turian Digelar di Taput, Cetak Penutur Muda Budaya Batak
komentar
beritaTerbaru