Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Empat Marga Keturunan HO Satukan Persepsi Lestarikan Cagar Budaya Nias

Normalius Gori - Minggu, 27 September 2026 13:12 WIB
347 view
Empat Marga Keturunan HO Satukan Persepsi Lestarikan Cagar Budaya Nias
Foto: SIB/Normalius Gori
DILANTIK : Faatulo Gulo, dilantik sebagai Ketua Panitia Deklarasi Cagar Budaya Ho oleh pengurus, Sabtu (26/9/2026).

Nias(harianSIB.com)

Empat marga keturunan HO, yakni Waruwu, Halawa, Gulo, dan Ndraha, menyatukan persepsi untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan Cagar Budaya HO di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Penyatuan persepsi tersebut dibahas dalam Forum Konservasi Cagar Budaya Nga'oto (Keturunan) HO yang digelar Panitia Deklarasi Cagar Budaya HO di Desa Lahemo, Dusun IV, Sabtu (26/9/2026).

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan deklarasi sekaligus upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan bersejarah tersebut.

Ketua Panitia Deklarasi Cagar Budaya HO, Drs Fa'atulo Gulo, mengatakan komunikasi dengan empat marga keturunan HO telah dilakukan melalui sejumlah pertemuan.

Baca Juga:
Menurutnya, penyamaan persepsi diperlukan agar pelestarian kawasan dapat dilakukan secara bersama-sama dan memiliki tujuan yang jelas.

"Kami lakukan komunikasi dengan empat marga dan melakukan pertemuan untuk menyatukan tujuan kegiatan selanjutnya," kata Fa'atulo.

Selain forum, panitia bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Lahemo melakukan gotong royong membersihkan kawasan lapangan Cagar Budaya HO.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sekaligus untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi keturunan HO dan masyarakat Nias.

Fa'atulo mengatakan, sejumlah agenda telah disepakati, termasuk pelaksanaan deklarasi Cagar Budaya HO. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang turut membantu, termasuk memberikan dukungan finansial.

Menurutnya, perbedaan pendapat yang muncul selama persiapan diupayakan diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah.

"Ke depan kita berharap ada kucuran anggaran untuk pembangunan Cagar Budaya HO," ujarnya.

Ia berharap penataan kawasan dapat dilakukan secara bertahap dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak sehingga keberadaan Cagar Budaya HO semakin terpelihara.

Ia juga mendorong Cagar Budaya HO dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Nias.

Menurutnya, penataan yang baik tidak hanya dapat memperkuat pelestarian warisan budaya, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Nias Ya'atulo Gulo, Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, mantan anggota DPRD Sumatera Utara Sudirman Halawa, anggota DPRD Sumatera Utara Berkat Laoli, sejumlah tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Setelah deklarasi Cagar Budaya HO, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Jalan Cuada HO yang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Jalan Nasional Hiliweto Gido, Lolozarambua, Lahemo, Dekha, Lasara Siwalubanua, Sisarahili Ma'u, Balodano, Siforoasi, Hilifalawu, Soliga hingga Jalan Provinsi Nias Tengah. Peresmian jalan tersebut dilakukan Ketua DPRD Nias, Sabayuti Gulo.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kebanjiran, Ibu Kota Kabupaten Nias Utara Lumpuh
Karang Taruna Kabupaten Nias Utara Gelar Temu Karya
Wabub Buka Sosialisasi Manajemen ASN di Lingkungan Kabupaten Nias
Bupati: TMMD Dapat Mempercepat Pembangunan di Kabupaten Nias
Pokmaswas Monitoring Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Nias Utara
Peran Serta Organisasi STM Dalam Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Batak
komentar
beritaTerbaru