Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 11 Oktober 2026

Ketua Komite II DPD RI Ajak Petani Masuk Kelompok Tani untuk Dapatkan Bantuan Pertanian

Tulus P Tarihoran - Minggu, 11 Oktober 2026 20:26 WIB
236 view
Ketua Komite II DPD RI Ajak Petani Masuk Kelompok Tani untuk Dapatkan Bantuan Pertanian
Foto: harianSIB.com/Tulus P Tarihoran
Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Br Sitepu foto bersama masyarakat dan pemuda usai diskusi terkait pertanian, Minggu (11/10/2026), di Sidikalang.

Sidikalang(harianSIB.com)

Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Badikenita Br Sitepu mengajak petani di Dairi, untuk masuk kelompok tani yang merupakan sarana mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ajakan itu disampaikannya di sela-sela diskusi dengan masyarakat dan pemuda, Minggu (11/10/2026), di Sidikalang. Dikatakannya,

petani harus masuk kelompok tani untuk mendapatkan pupuk subsidi serta bantuan pertanian dari pemerintah pusat seperti bibit, alat pertanian serta ternak.

Dari kunjungan lapangan yang dia dilakukan, masih banyak petani yang belum masuk kelompok tani.

Baca Juga:

"Untuk mendapatkan bantuan pemerintah petani harus masuk kelompok tani. Pemerintah mengucurkan bantuan kepada kelompok tani. Komite II salah satunya membidangi pertanian," ucapnya.

Ia juga mengimbau petani untuk mengatur pola tanam. Pasalnya, perubahan cuaca mempengaruhi pola tanam bahkan mempengaruhi hasil panen. Petani diharapkan tidak lagi melakukan penanaman mengikuti pola lama.

"Pola tanam yang teratur juga akan mempengaruhi pemakaian pupuk, terkhusus pemakaian pupuk bersubsidi. Apalagi adanya efisiensi, sudah pasti mempengaruhi alokasi pupuk subsidi," katanya seraya mengakui ada pengurangan alokasi pupuk subsidi dibandingkan tahun lalu.

Katanya, dari hasil kunjungan di beberapa daerah di Sumut, pemerintah daerah tidak memiliki luas lahan dan komoditas unggulan. Misalnya, luas tanaman jagung dan hasil secara real.

"Jika data itu ada, akan ketahuan berapa jumlah kebutuhan pupuk di satu daerah," ucapnya.

Badikenita juga menanggapi keluhan beberapa pemuda dari Desa Juma Teguh terkait sulitnya mendapatkan air bersih.

Baca Juga:

Ia meminta pemuda tersebut untuk membuat usulan. Nanti usulan itu akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Sebelumnya, Basar Sitanggang dan Verdinand Lumbantobing menyampaikan, keluhan warga Desa Juman Tuang sulitnya mendapatkan air bersih. Warga untuk mendapatkan air minum, harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer.

Selama ini, air minum ada, tetapi sejak 3 bulan terakhir sudah mati, karena ada pembangunan irigasi. Sumber air minum selama ini dari Sungai Lae Simbelin.

"Saat ini, untuk mengambil air minum warga harus berjalan sejauh 2 Km. Kami berharap pemerintah dapat segera membangun sarana air minum," ucap mereka.(*)

Baca Juga:
Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Samosir Sampaikan Permohonan Maaf atas Dugaan Tindakan kekerasan oleh Oknum Polisi
Dari Dairi ke Guangzhou, Daniel Simarmata Menimba Ilmu dan Pengalaman di China
Panel KWH Meter Pusat Perbelanjaan di Sidikalang Terbakar, Warga Heboh
Punguan Silahisabungan Batubara Matangkan Keberangkatan Pesta Budaya Luhutan Bolon ke Dairi
Kapolres Dairi Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi
Truk Tonase Besar Dilarang Melintas di Sidikalang Mulai 1 Oktober
komentar
beritaTerbaru