Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Hadiri Rakernas V MPK di Tarutung, Dirjen Bimas Kristen Atensi Kesejahteraan Guru

Bongsu Batara Sitompul - Rabu, 21 Oktober 2026 19:20 WIB
366 view
Hadiri Rakernas V MPK di Tarutung, Dirjen Bimas Kristen Atensi Kesejahteraan Guru
Foto SNN : Dok Jadi Pane
Ketua Umum Panitia Rakernas V MPK di Indonesia Dr RE Nainggolan MM memberikan cinderamata berupa Ulos kepada Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia Dr Jeane Marie Tulung, STh MPd yang hadir pada hari penutupan Rakernas V MPK

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI menyoroti pentingnya keberadaan Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK), terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Demikian disampaikan Direktur Bimas Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia dalam paparnya pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia di Sopo Partungkoan Tarutung pada Jumat (16/10/2026) di Sopo Partungkoan Tarutung.

Dalam siaran pers yang diterima harianSIB.com, Rabu (21/10/2026), Dirjen menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik keagamaan Kristen melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), DPR RI dan sejumlah kepala daerah.

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperjuangkan tambahan anggaran melalui APBD kabupaten dan kota agar semakin banyak guru dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), " jelasnya.

Baca Juga:

Ia mengaku memahami berbagai kendala yang dihadapi para guru di sekolah-sekolah Kristen. Pengalamannya sebagai mantan guru agama Kristen membuatnya memahami kebutuhan tenaga pendidik, terutama terkait kesempatan memperoleh pendidikan profesi.

" Kami memahami kondisi yang dihadapi para guru di sekolah-sekolah Kristen karena saya juga dulunya pernah menjadi guru agama Kristen. Berbagai upaya telah kami lakukan, tetapi hingga saat ini belum ada kepastian. Kami akan tetap berusaha agar anggaran tambahan tersebut dapat direalisasikan," jelasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah meminta dukungan pemerintah pusat, gubernur, bupati dan wali kota agar pemerintah daerah turut mengalokasikan anggaran untuk membantu guru mengikuti PPG.

" Dari sekitar 85.000 orang guru yang menjadi sasaran program, dukungan anggaran yang tersedia saat ini masih terbatas. Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 460 guru direncanakan mengikuti PPG pada 2021, " paparnya.

Di sisi lain, ia menerangkan terdapat sekitar 7.000 orang guru yang telah dinyatakan lulus verifikasi berkas. Karena itu, upaya memperjuangkan tambahan anggaran terus dilakukan agar lebih banyak guru yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti program tersebut.

"kami akan terus memperjuangkan ketersediaan anggaran, termasuk melalui pengajuan anggaran tambahan ke APBD di beberapa daerah agar semakin banyak guru yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti PPG," terangnya.

Baca Juga:

Ketua Umum Panitia Rakernas V MPK di Indonesia Dr RE Nainggolan MM bersama Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia Dr Jeane Marie Tulung, STh MPd hadir pada penutupan Rakernas V MPK di Indonesia di Tarutung dan berfoto bersama dengan Wakil Bupati Taput Dr Deni Lumbantoruan, Sekda Tapanuli Utara, Henry Maraden Sitompul MSi, Konsul Kehormatan Republik Korea Dr. Parlindungan Purba, Unsur Forkopimda Taput, Pdt. Gomar Gultom, MTh, Pdt Bambang Jonan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara di Sopo Partungkoan Tarutung. (Foto Dok Panitia)

Baca Juga:

Usai menyampaikan sambutan, Jeane Marie Tulung menerima cinderamata dari Ketua Umum Panitia Rakernas V MPK Indonesia, Dr RE Nainggolan MM , bersama Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara.

Rangkaian acara penutupan Rakernas V MPK Indonesia diawali dengan ibadah bersama yang mengusung tema "Fructus in Altum Fide", yang berarti "Berbuah dalam Kedalaman Iman". Tema tersebut diangkat dari Kitab 1 Raja-raja 10 : 4–6.

Ibadah dilayani oleh Pdt. Bambang Jonan yang menyampaikan khotbah dan refleksi mengenai kedalaman hikmat Raja Salomo.

Setelah ibadah dilanjutkan dengan kata-kata sambutan oleh Ketua Umum Panitia Dr. RE Nainggolan, MM, kemudian Wakil Bupati Taput Dr. Deni Lumbantoruan dilanjutkan oleh Ketua Umum Handi Irawan sekaligus menutup dengan resmi Rakernas V MPK Di Indonesia.

Hadir pada acara penutupan Konsul Kehormatan Republik Korea Dr. Parlindungan Purba, Unsur Forkopimda Taput, Pdt. Gomar Gultom, MTh, Rektor IAKN Dr Haposan Silalahi, Sanggam Hutagalung, Prof Dr. Eva Ginting, para Pimpinan Gereja dan Lembaga Keumatan Kristen, Ketua PWKI Sumut Dra. Veronika Sitanggang, MPsi, anggota dewan pendidikan taput Dr. Simeon Harianja, serta unsur panitia Binhot Aritonang, Jatongam Nainggolan, Dana Barus, Parapat Gultom, Edward Sitorus, Syafitra Tambunan, Murbanto Sinaga, Parlin Marpaung, Margreth Hulu, Chandra Silalahi, Evelyna Manullang, Jadi Pane serta panitia lainnya

Berakhirnya Rakernas V MPK Indonesia di Tarutung diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara MPK, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan pendidikan Kristen serta memperjuangkan peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.(*)

Baca Juga:
Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rakernas V MPK di Tarutung Sukses, Perkuat Pendidikan Kristen dan Ekonomi Daerah
Rakernas V MPK Indonesia Resmi Ditutup, Ketua Umum dan Panitia Apresiasi Dukungan Pemkab Taput
Rakernas V MPK di Tarutung, Menteri Dikdasmen : Pembentukan Karakter Salah Satu Tujuan Utama Pendidikan
Rakernas V MPK Indonesia di Tapanuli Utara, Peserta Telusuri Jejak Sejarah Kekristenan
Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Taput, Dinkes Siapkan 5.000 Masker
HKBP Peringati 165 Tahun Perjalanan dari Sipirok dan Pahae hingga Penjuru Dunia
komentar
beritaTerbaru