Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026

Pemkab Toba Gelar Event Budaya Tradisi "Marpangir"

Eduwart MT Sinaga - Sabtu, 24 Oktober 2026 18:52 WIB
427 view
Pemkab Toba Gelar Event Budaya Tradisi "Marpangir"
Foto SNN/Eduwart MT Sinaga
Membuka Event: Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus bersama Forkopimda dan juga Forkala Toba membuka even budaya "Marpangir" di Pantai Pakkodian, Sabtu (24/10/2026).

Toba(harianSIB.com)

"Marpangir" adalah salah satu warisan budaya leluhur masyarakat Batak. Sayangnya dalam narasi moderen atau pandangan sebagian orang, tradisi ini kadang disalah pahami sebagai ritual gaib, magis atau mistis.

Padahal jika ditelisik dari esensi ,filosofi dan bahan - bahannya, "Marpangir" murni merupakan tradisi pembersihan diri secara fisik (higienis) dan mental (refleksi batin). Bukan praktek ilmu hitam atau magis.

Tradisi ritual " Marpangir" ini kembali diangkat Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dikemas dan dilaksanakan melalui event kebudayaan di objek wisata Pantai Pakkodian Desa Lintong Nihuta Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba, Sabtu (24/10/2026) sebagai salah satu warisan nilai kearifan lokal.

Event budaya "Marpangir" dibuka Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus serta dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu SPd, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Salya Rusdi Kasubbag Umum UPT Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara, Ketua Forkala Kabupaten Toba Vespasianus Panjaitan, mantan Bupati Toba Sahala Tampubolon, pimpinan OPD serta tokoh agama dan tokoh adat.

Baca Juga:

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia H Fadlih Zon yang menyampaikan sambutannya melalui video mengatakan, "Marpangir" 2026 merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Batak yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal penghormatan terhadap alam dan makna pembaruan diri. Tradisi ini menjadi pengingat kebudayaan bukan sekedar warisan masa lalu melainkan identitas yang harus kita jaga, kita lestarikan dan kita wariskan pada generasi penerus melalui kegiatan "Marpangir".

Hal yang sama diutara Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati, yang juga hadir melalui video yang diputarkan pada saat pembukaan, menyebutkan " Marpangir" merupakan salah satu warisan budaya leluhur masyarakat Batak Toba yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal dan cerita tentang kehidupan masyarakat.

"Tradisi seperti ini penting untuk terus dijaga dipahami dan diwariskan pada generasi muda agar kekayaan budaya kita tetap hidup dan dikenal luas. Pelestarian budaya juga dapat menjadi kekuatan pariwisata karena wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam tetapi juga untuk mengenal tradisi filosofi dan kehidupan masyarakat setempat, " ungkapnya.

Kabupaten Toba dan kawasan Danau Toba lanjut mantan jurnalis ini, memiliki potensi besar untuk mengembangkan pengalaman wisata budaya yang otentik, berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat. Semoga event "Marpangir" Kabupaten Toba 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya. Mendorong kolaborasi pemerintah komunitas budaya dan pelaku pariwisata serta mengembangkan potensi budaya secara berkelanjutan.

Sementara Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus, budaya " Marpangir" ini adalah tradisi dan budaya Batak bukan hanya Batak Toba, tetapi juga Batak Simalungun, Angkola dan juga 7 puak Batak mengenal istilah "Marpangir" ini sejak dari dulu untuk membersihkan diri dengan menggunakan ramuan - ramuan yang ada di daerah ini.

Melalui event kebudayaan "Marpangir" ini, Pemerintah Kabupaten Toba akan terus menggali kebudayaan - kebudayaan tradisional yang ada di Kabupaten Toba. Sehingga daerah Kabupaten Toba, bukan hanya menjual keindahan alam semata yang memang harus diakui panoramanya sangat indah. Tetapi bagaimana keanekaragaman budaya yang dimiliki Kabupaten Toba diangkat dan dijual serta dipertontonkan kepada masyarakat serta dunia internasional.

Baca Juga:

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba sekaligus Ketua panitia "Marpangir" tahun 2026, Rikardo Hutajulu MPd menyampaikan, ini merupakan nilai sejarah perjalanan Siraja Batak. "Marpangir" merupakan peninggalan tradisi adat dan kebudayaan bukti leluhur Batak berkarya di daerah Toba yang kaya akan tradisi lokal dengan nilai spiritual dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun dengan banyaknya nilai - nilai luhur sebagai warisan leluhur.

Selain pengelaran budaya, dilaksanakan juga " Marnonang" perihal apa itu "Marpangir" ditinjau dari berbagai perspektif mulai dari pemerintah daerah, budayaan, tokoh adat dan juga tokoh agama. (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tari Marpangir dan Sinanggar Tullo Meriahkan Kemenangan Vanda Hutagalung di Gomes 2
komentar
beritaTerbaru