Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026
Bupati Taput Toluto :

Pelebaran Bandara Silangit Harus Dibarengi Rute Garuda dan Taxi Bandara

- Selasa, 18 Februari 2014 13:27 WIB
1.561 view
 Pelebaran Bandara Silangit Harus Dibarengi Rute Garuda dan Taxi Bandara
SIB/ist
JABAT TANGAN : Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumban Tobing berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri S Sunoko, usai menandatangani nota kesepahaman pembangunan dan pelebaran Bandara Silangit, di Jakarta baru-baru ini.
Tapanuli Utara (SIB)- Usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), dengan PT Angkasa Pura II, ternyata belum memuaskan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing (Toluto). Pelebaran Bandara Silangit itu, harus dibarengi dengan adanya rute Jakarta-Taput oleh maskapai Garuda, katanya.

“Usulan itu sudah saya sampaikan kepada pihak Garuda Indonesia, agar rute Jakarta-Taput dan sebaliknya dibuka. Pelebaran bandara Silangit, sangat berpotensi untuk bisnis penerbangan, termasuk Garuda Indonesia,” katanya kepada SIB, Senin (18/2/2014), di ruang kerjanya didampingi Kabag Humas Pahala Tobing.

Tidak hanya fokus pada rute penerbangan, Toluto juga memikirkan kenyamanan penumpang dari dan ke Bandara. Melihat perkembangan ke depan, dengan Rp 200 miliar yang digelontorkan Angkasa Pura II ke Bandara Silangit, kesiapan sarana dan prasarana penunjang tidak boleh terabaikan.

“Selain itu, kami dari Pemkab Taput juga memikirkan adanya taksi Bandara demi kenyamanan penumpang. Kabar baiknya lagi, tahun ini Pemprovsu akan memperbaiki jalan menuju bandara yang sekarang memang sudah sangat butuh perbaikan,” ungkap Toluto.

Terkait taksi Bandara, Kadis Perhubungan Taput Rudi Sitorus, yang juga mendampingi bupati mengatakan, sudah ada dua pengusaha yang mengajukan izin taksi Bandara itu, yaitu Edward Aritonang dan BPS Silalahi. Namun sebelum ijin itu dikeluarkan, kelengkapan administrasi dan sarana penunjang pemohon ini masih harus diverifikasi.

Pelebaran Bandara Silangit oleh Angkasa Pura II, untuk perluasan landasan pacu atau runway dari 2.400 meter x 35 meter menjadi 2.700 M x 45 M. Hasil pengembangan ini nantinya dapat menampung pesawat berbadan besar sejenis Boeing 737-800 NG dan Air Bus. Saat ini, Bandara Silangit hanya bisa digunakan oleh pesawat berjenis ATR 72-600.

“Pengembangan Bandara Silangit ini sudah lama saya usulkan, dan sekarang sudah menjadi surprise bukan hanya untuk Taput tapi untuk kawasan Tapanuli dan Danau Toba,” pungkas Toluto.(C8/W)
 
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru