Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026
Pemko Tebingtinggi Rapat Koordinasi Pemilu 2014

Partisipasi Pemilih di Tebingtinggi Terus Menurun, Saat Pilgubsu Hanya 48,28 Persen

- Rabu, 19 Februari 2014 11:40 WIB
599 view
Partisipasi Pemilih di Tebingtinggi Terus Menurun, Saat Pilgubsu Hanya 48,28 Persen
Sib/humala siagian
PIMPIN : Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM memmimpin rapat koordinasi bersama Muspika, Ketua Partai Politik, Camat, Lurah dan tokoh masyarakat di Gedung Hj syawiyah Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (18/2).
Tebingtinggi (SIB)- Partisipasi pemilih mulai dari pemilu tahun 2004 hingga Pemilihan Gubernur  di Kota Tebingtinggi menunjukkan grafik menurun.  Tercatat paling anjlok disaat Pilgubsu tahun 2013, dari 120.160  orang DPT yang hadir ke TPS hanya 57.997 orang atau sekitar 48,28 persen. KPU Tebingtinggi sejak dini juga antisipasi warga eksodus. Ironisnya dari 12 Partai Politik Peserta Pemilu, Rapat Koordinasi tersebut hannya dihadiri 7 parpol.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tebingtinggi Abdul Khair SAg  saat memberikan paparan pada rapat koordinasi bersama Ketua Partai Politik, Camat, Lurah, Muspida, dan tokoh masyarakat di Gedung Hj Syawiyah Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (18/2).

Hadir diacara rapat koordinasi itu, Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM yang bertindak sebagai moderator, Kasdim 0204, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung SH MH, Kapolres Tebingtinggi AKBP Enggar Pareanom, Katua KPU Abdul Khair SAg , Ketua Panwas, ketua-ketua partai
Sesuai data KPU Tebingtinggi, partisipasi pemilu 2004, dari jumlah DPT berkisar 95 ribu, yang hadir di TPS sekitar 72 ribu atau (80,45 persen), Pemilu 2009 dari DPT sekitar 103 ribu orang hadir di TPS 75.703 orang (73,29 persen), Pilkada dari DPT 113,613 orang yang hadir 77,035 orang (67,77 persen), Pilgubsu tahun 2013 dari 120.160 orang yang hadir 57.997 orang (48,28 persen), data ini menunjukkan tren partisipasi pemilu dari tahun ke tahun menurun.

“Harapan kita pada Pemilu 2014 partisipasi Pemilu di Tebingtinggi persentasinnya meningkat, dalam waktu dekat ini kita akan melakukan sosialisasi kepada pemilu pemula yang pada umumnya masih pelajar SMA sederajat,” ujar Abdul Khair

Sedangkan Kasdim 0204 Deli Serdang  dalam paparannya mengatakan, persiapan Kodam I/BB dalam hal pengamanan pemilu membantu pengamanan distribusi logistik untuk daerah. TNI mendapat  penambahan tugas dari Polri, artinya TNI tidak terlibat langsung,  TNI hannya memback up tugas Polri dalam pengamanan pemilu. “Komitmen TNI dalam Pileg dan Pilpres adalah netral, netralitas adalah harga mati,”ujar Kasdim.

Kapolres Tebingtinggi dalam paparannya mengatakan, untuk persiapan Pemilu 2014, Polri tetap menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif sejak dimulai hingga selesai pemilu. Selain  itu dia mengatakan setiap pelanggaran pemilu akan ditindak tegas dan ditangani langsung Gakumdu.

Kajari Tebingtinggi menyebutkan, agar penyelesain permasalahan hukum yang berhubungan dengan pemilu cepat, kejaksaan Tebingtinggi telah menetapkan  Jaksa Khusus terkait penanganan perkara kejahatan atau penyimpangan proses pemilu. Selain itu Kejaksaan Tebingtinggi juga sudah menyiapkan Jaksa Pengacara Negara  yang mendampingi KPU jika terjadi sengketa pemilu yang berkaitan dengan gugatan perdata. Tujuannya adalah agar tercipta pemilu yang bersih, berkualitas, transparan dan akuntabel.

Wali kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan menanggapi apa yang disampaikan ketua KPU,  langsung memerintahkan Camat, Kepala Kelurahan dan Kepala Lingkungan untuk lebih jeli melakukan pendataan kembali.

Sementara Ketua Panwaslu Tebingtinggi Harirayani memaparkan masih  adanya  pelanggaran yang dilakukan oleh peserta calon legislatif dan Parpol, seperti  pemasangan baliho di zona yang telah dilarang sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013, melakukan kampanye terselubung, money politik (politik uang) dan menggunakan fasilitas negara. (C16/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru