Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Musim Kemarau “Momok” Menakutkan Bagi Petani di Tebingtinggi

- Kamis, 20 Februari 2014 10:54 WIB
363 view
Musim Kemarau  “Momok” Menakutkan Bagi Petani di Tebingtinggi
Sib/humala siagian
TUNJUK : T Siagian (72) Warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis tunjukkan sawahnya yang mulai kekurangan air, Rabu (19/2).
Tebingtinggi (SIB)- Musim kemarau yang melanda kota Tebingtinggi beberapa bulan terakhir  jadi “momok”  menakutkan bagi para petani. Pasalnya sawah mereka saat ini sudah hampir dua minggu tidak terendam air. Jika hal ini berlangsung hingga bulan Maret nanti maka dipastikan akan mempengaruhi hasil panen petani.

“Setelah diberitakan SIB masalah pupuk subsidi sudah aman dan tidak ada masalah lagi di tempatnya, sekarang yang jadi masalah adalah  air, jika ini musim kemarau ini berlangsung hingga Maret nanti maka dipastikan akan mempengaruhi hasil panen kita. ”Ujar T Siagian  (72) warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis, saat dijumpai SIB di persawahannya, Rabu (19/2/2014)

Ditambahkannya, meski musim kemarau ini baru berlangsung beberapa bulan, namun setidaknya kondisi seperti sekarang sudah cukup meresahkan.  Persawahan yang ditanami padi sudah  memasuki bulan kedua,  kini dilanda kekeringan dan jika berlangsung hingga Maret nanti maka  akan terancam gagal panen.

“Luas sawah diareal kita ini ada sekitar 40 Ha, menurutnya kekeringan ini bukan main-main, sebab setiap satu hari  areal persawahan yang kering jumlahnya terus bertambah dan meluas sehingga semakin membuat waswas petani, “jelas T Siagian.

T.Siagian berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dalam hal ini Dinas Pertanian agar membantu petani dalam hal penyediaan pompa air, mana kala musim kemarau  ini berlanjut sampai padi berbunga, “Air sangat kita butuhkan pada sangat padi ‘boltok’ (bunting), jika saat itu tidak ada air maka saya pastikan panen gagal atau puso, untuk itu kita minta kesedian Dinas Pertanian untuk membatu petani, manakala hal itu terjadi,” ujar T Siagian (C16/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru