Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026
Kemarau Berkepanjangan

Dishutbun Labusel Imbau Masyarakat dan Perkebunan Tidak Membakar Lahan

- Kamis, 20 Februari 2014 11:00 WIB
463 view
Dishutbun Labusel Imbau Masyarakat dan Perkebunan Tidak Membakar Lahan
Kotapinang (SIB)- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (dishutbun) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) himbau masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun karet tidak melakukan pembakaran lahan.  karena  cuaca kemarau berkepanjangan di kawasan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Pemkab Labusel melalui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Rosihan Noor, Dipl dan Sekretaris H Girham Harahap, SH kepada wartawan, Rabu (19/2/2014) mengatakan, apabila dilakukan pembakaran lahan khususnya untuk pembersihan atau pembukaan/replanting perladangan maupun perkebunan kelapa sawit tentu dikhawatirkan berdampak pada kerusakan lingkungan. Khususnya untuk yang berdekatan dengan kawasan hutan dan perkebunan sangat rentan terhadap kebakaran.

“Himbauan ini sangat perlu menjaga kondisi lingkungan khususnya dari asap kebakaran menimbulkan hot spot. Maka dengan itu, kami dari Dinas Kehutanan Labusel menghimbau warga petani dan perusahaan perkebunan tidak sekali-kali melakukan pembakaran lahan,” terang  H Girham Harahap.
Girham Harahap juga menerangkan, kondisi kemarau yang terjadi di daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan saat ini cukup pengaruh siklus alam sehingga harus diantisipasi dengan penjagaan lingkungan.

Menurut Girham, himbauan larangan melakukan pembakaran lahan tersebut merujuk Undang-Undang No 41 tahun 1999 dan PP 45 tahun 2003 tentang penjagaan lingkungan.

Sebelumnya, Juono (51), seorang warga petani sawit di Kotapinang mengatakan, pembakaran lahan sawit dan karet sering dilakukan untuk maksud pembersihan atau replanting tenaman yang berusia tua. Alasan lain, jika pemilik lahan melakukan pembersihan areal tanaman dengan cara manual (mencincang dengan parang) tentu akan memakan waktu yang cukup lama. Bila dengan cara lahan dibakar, apalagi pada saat musim kering, otomatis lahan cepat bersih semua. “Jadi jalan satu-satunya pembersihan lahan diambil jalan pintas pembakaran,” katanya. (D14/W)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru