Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Jelang Pemilu 2014, RSUD Rantauprapat Siapkan Ruang Rawat Inap Gangguan Jiwa

- Kamis, 20 Februari 2014 11:05 WIB
847 view
Jelang Pemilu 2014, RSUD Rantauprapat Siapkan Ruang Rawat Inap Gangguan Jiwa
Rantauprapat (SIB)- Gangguan kejiwaan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang profesi dan jabatan. Calon anggota legislatif (Caleg) yang gagal mendapat dukungan suara banyak mewakili rakyat juga berpotensi terkena gangguan jiwa karena ambisi yang tinggi. Sebagai antisipasi kemungkinan ada Caleg mengalami gangguan kejiwaaan karena tidak terpilih menjadi wakil rakyat seusai Pemilu 9 April 2014, RSUD Rantauprapat telah mempersiapkan 18 ruangan rawat inap untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa, plus 2 ruangan isolasi.

"Pasca Pemilu nanti, Caleg sangat berpotensi mengalami gangguan kejiwaan atau bahkan sakit jiwa karena gagal menjadi anggota legislatif, akibat gangguan psikotik karena beban berat yang dipikulnya," kata dr Freddy S Nainggolan SpKJ, dokter spesialis kejiwaan RSUD Rantauprapat, Rabu (19/2/2014) siang.

Menurut Freddy, ketidaksiapan mental bisa menjadi pemicu penyebab gangguan jiwa dari yang ringan hingga berat dalam menghadapi dan menerima hasil Pemilu nanti. "Beban berat psikologis yang luar biasa dapat menggangu kondisi kejiwaan karena tidak sesuai harapan yang diinginkan. Jadi, jangan terlalu ngotot, dan jangan ambisius. Biasa saja menghadapinya dengan setenang mungkin," ujarnya.

Belum lagi adanya pandangan masyarakat yang menganggap jika sudah menjadi Caleg, dinilai kuat dan hebat. Makanya para Caleg harus santai menghadapi fenomena masyarakat dan kenyataan.

“Namun, jika kenyataannya tidak hebat dan tidak terpilih, maka beban psikisnya bertambah. Kondisi tersebut akan mengganggu konsep diri seseorang, harga dirinya, dan fungsi peranannya di masyarakat," sebutnya.

Tetapi, kata Freddy, sampai sekarang memang belum ada Caleg 2014 yang berkonsultasi atau konseling ke RSUD Rantauprapat. Namun, dia mengakui ada beberapa Caleg 2009 yang mengalami ganguan jiwa seusai Pemilu.

"Ada Caleg yang mengalami ganguan kejiwaan pada 2009 setelah tidak terpilih dengan dukungan banyak suara untuk menjadi anggota legislatif di Kabupaten Labuhanbatu. Tapi saya sudah lupa namanya, hingga dibawa ke Medan karena sudah cukup parah," katanya.

Terkait kemungkinan itu, Freddy menghimbau  agar para Caleg khususnya di Kabupaten Labuhanbatu menempa mental, siap kalah maupun menang, karena sebelumnya telah mengeluarkan dana yang cukup banyak membangun citra di hadapan publik. Gejala stress juga mesti dikenali karena dapat melanda siapa saja tanpa memandang profesi dan pekerjaan.

“Beberapa gejala awal stres ringan dapat dikenali masyarakat salah satunya mudah capek,” sebutnya.

Freddy juga mengakui adanya ruangan khusus untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Bangunan itu sudah rampung akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu, Hj Helifenida SKm Mkes, dalam menghadapai hal-hal yang tidak diinginkan menjelang Pileg 2014, menyerahkan sepenuhnya ke pihak RSUD Rantauprapat.

"Mengenai masalah itu saya serahkan sepenuhnya kepada pihak RSUD, karena segala bentuk pelayanan perobatan apapun penyakitnya, baik melalui Askesda, Jamkesmas dan lain-lain kita serahkan sepenuhnya ke RSUD Rantauprapat," ujarnya. (D9/w)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru