Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Guru Cabul di Samosir Sudah 1 Minggu Tidak Mengajar

Seekretaris Dinas pendidikan Samosir :Kasusnya kwanya banyak
- Jumat, 21 Februari 2014 11:24 WIB
1.340 view
Guru Cabul di Samosir Sudah 1 Minggu Tidak Mengajar
Samosir (SIB)-  Oknum Guru Bidang Study IPA di Sekolah Dasar Negeri 12 Pintu Sona Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir berinisial PM yang diduga mencabuli seorang siswinya, kabur tidak tahu rimbanya.

Oknum ini juga telah satu minggu tidak masuk mengajar sehingga mengundang pertanyaan besar bagi masyarakat sekitar. Hal itu juga dibenarkan Kepala Sekolah Esli Br Malau kepada wartawan, Rabu (19/2/2014) di Pangururan.

Menurut kepala sekolah, pihaknya tidak dapat memberi izin sampai satu minggu untuk cuti kalaupun bisa paling lama dua hari dengan alasan yang jelas. “Besar kemungkinan oknum PM takut menjadi korban amukan massa terkait isu beredar dugaan pencabulan di tengah masyarakat sehingga tak masuk mengajar seperti biasanya,” ujarnya.

Lebih lanjut E Br Malau menjelaskan, sebenarnya pihak sekolah sudah berupaya mencari solusi dengan menjembatani pertemuan dengan pihak orang tua korban yang dihadiri pelaku dan disaksikan semua guru dan komite sekolah. Saat itu pelaku mengakui semua kesalahannya. “Atas dasar pertemuan itu kita sempat hendak membuat suatu surat pernyataan supaya pelaku tidak mengulangi lagi perbuatannya dan diapun berjanji tidak mengulangi perbuatannya, namun belum sempat kita konsep surat tepatnya hari Sabtu, seminggu yang lewat dia permisi pulang hendak ke Pekanbaru menjenguk anak istrinya. Sudah satu minggu sampai sekarang tidak masuk mengajar,” jelas Br Malau.

Sementara itu, BS orangtua korban, sangat menyesalkan perilaku oknum guru yang tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. “Sebenarnya saya saat itu sudah mencoba meredakan amarah dan kita coba membicarakan baik-baik dengan cara kekeluargaan namun kita lihat tidak ada itikad baiknya bahkan sepertinya melecehkan keluarga. Kalau memang dia terkejut batin itu paling-paling 3 hari, ini sudah menjalani hampir dua minggu setelah kejadian yang menimpa anak saya, baik keluarga atau pihak sekolahpun tidak membuat solusinya. Jadi dalam hal kejadian ini kepala sekolah juga harus bertanggung jawab, karena kejadian yang menimpa anak saya, saat jam belajar,” tegasnya.

Di tempat yang sama JS korban aksi guru cabul membenarkan bahwa PM melakukan aksi bejatnya saat istirahat sekolah atau sekira pukul 10.00 wib. Kala itu, PM berdalih meminta dua orang siswi untuk merapikan rumahnya. Tetapi temannya itu dipanggil gurunya untuk mengerjakan sesuatu. Jadi hanya korban yang merapikan rumah. Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Selasa (4/2) di rumah dinas yang ditempati PM.

Orang tua korban menambahkan setelah pertemuan dengan pihak sekolah bersama komite itu hingga sekarang PM tidak pernah lagi mengajar. “Saya tidak tahu pasti apakah PM sedang pergi mengunjungi keluarganya di Pekanbaru. Bagi kami pihak keluarga korban, dia harus mendapat sanksi tegas dari Bupati Samosir. Bila perlu dipecat,” pintanya.

Di sisi lain yang membuat miris, lanjut orangtua korban, tidak satu pun perwakilan dari sekolah datang ke rumahnya hingga kini. Pihak sekolah terkesan bersikap masa bodoh dan tak mau tahu. Baru setelah peristiwa ini diberitahu kepada komite sekolah, pihak sekolah menggelar rapat. Seluruh orangtua siswa berpesan kepada kepala sekolah jika guru tersebut tidak segera dipindahkan, sebagai ganjarannya maka anak mereka yang akan dipindahkan ke sekolah lain.

Belum dilapor

Keluarga korban tidak melakukan pengaduan kepada aparat hukum. BS selaku orang tua korban berupaya pengaduan tidak dilakukan karena masih lekat dengan adat kekeluargaan dengan menempuh jalur perdamaian. Akan tetapi hingga kini oknum guru tersebut belum memenuhi konsep perdamaian tersebut. “Kita tunggu hingga 2 minggu ini kalau belum juga dipenuhi konsep semula akan diupayakan jalur hukum,” katanya.

Ketika hendak dikonfirmasi SIB (15/2) kepada oknum guru PM melalui telepon selulernya dengan No Hp 08126337XXXX, tidak berhasil.

Dalam Proses

Kadis Pendidikan melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Lastuana Simbolon SPd MM  dikonfirmasi SIB melalui selularnya, Kamis (20/2/2014) membenarkan adanya informasi tersebut dan pihak Dinas Pendidikan telah melayangkan surat panggilan kepada oknum PM dan Kepala Sekolah E boru Malau dan sekarang kasus masih dalam proses. “Kita tunggu prosesnya jika kasus itu benar-benar terjadi tidak dapat ditolerir dan akan dilakukan tindakan tegas. Kasus seperti itu tidak bisa dibiarkan apalagi yang merusak moral anak-anak. Perbuatan itu biadab, kita harus bertindak tegas,” ujar Lastuana Simbolon yang juga adik kandung Bupati Samosir Mangindar Simbolon. (F4/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru