Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Program Bedah Rumah Tak Realisasi Puluhan Warga Dolok Tolong, Sumbul, Dairi Merasa Dibohongi

- Senin, 24 Februari 2014 15:15 WIB
1.763 view
Program Bedah Rumah Tak Realisasi Puluhan Warga Dolok Tolong, Sumbul, Dairi Merasa Dibohongi
SIB/Edison Parulian Malau
Rumah milik Holil Asari (48)/ Siti Halimah, yang sudah menerima Rp 3.750.000,- (bahan bangunan) akan tetapi menandatangani penerimaan uang di BRI Sumbul sebesar Rp 7.500.000, hingga saat ini pembangunan yang belum tuntas.
Sidikalang (SIB)- Puluhan warga dusun Pasar Lama, Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi yang menganggap janji-janji tentang program bedah rumah yang diterima hanyalah angan-angan dan sarat kepentingan politik, mengadukan nasibnya ke wartawan setelah membaca pemberitaan (SIB, Edisi 15 Januari 2014).

Dalam sebuah kedai, J Siringo-ringo (64), E Sinaga (33), R Siringo-ringo (37), C Siregar (43), Gokman Malau (28), S Hutagaol (48), S Lubis (32), J Limbong (37), F Sijabat (35), bersama warga lainnya menyampaikan kekesalan akan janji manis pembangunan bedah rumah.

“Seluruhnya, kami ada 39 keluarga yang menerima janji itu. Namun, sebahagian sudah ada yang terealisasi walau hanya setengah, sehingga ada bangunan rumahnya yang gantung,” ujar mereka memulai.

Sinaga, menuturkan bahwa pendataan bedah rumah yang ada di desa tersebut terbagi dua bagian. Sebahagian warga didata oleh Kepala Desa dan sebahagian lagi didata salah seorang oknum pendeta. Dituturkan Sinaga, oknum pendeta itu melakukan pendataan kepala keluarga (KK) di sebuah gereja pada Maret 2013.

“Saat pendataan itu, kami dikutip uang sebesar Rp 100 ribu, yang disebut untuk uang administrasi, dengan janji bedah rumah itu akan realisasi pada Juni 2013. Surat pengajuan itu ditanda tangani kepala desa, walau saat rapat Kades tidak ikut,” tambah Sinaga yang diamini warga lainnya.

Walau sudah ditunggu hingga waktu yang telah ditentukan, bahan material seperti yang sudah ada pada warga lainnya tidak kunjung tiba di halaman rumah mereka.

Setelah melewati bulan Juni, mereka kembali dikumpulkan di dalam gereja dan mempertanyakan keberadaan uang yang diberikan warga kepada pendeta.

“Apakah ada perjanjian, bahwa uang yang kalian berikan bulan yang lalu dikembalikan?, kata pendeta itu yang membuat hati kami sudah gembira dengan anggapan sudah terealisasi.

Namun, pendeta juga menjanjikan akan direalisasikan pada bulan November usai pelaksanaan Pemilukada Dairi pada Oktober 2013. Alai sadalan ma hita mamillit si anu ateh (tetapi kita sejalan memilih si anu), kata pendeta itu lagi,” tambah Sinaga.

Janji manis yang diterima warga Dolok Tolong berhenti. Mereka juga menerima janji realisasi bedah rumah setelah Pemilu mendatang berakhir, dengan catatan akan memilih salah seorang calon legislatif (Caleg) dari daerah pemilihan setempat.

“Ngeri hian ma hami lae. Pandita pe mangoto-otoi, ro muse caleg mandok boi realisasi bedah rumah on, alai ikkon imana pilliton. (tidak ada lagi yang lebih sedih daripada kami.

Pendeta saja sudah melakukan pembohongan, datang lagi caleg memberikan janji, asal kami memilih dia). Kalau si caleg yang langsung mengatakan demikian, kami bisa protes, tapi para ts-ts nya lae,” ujar mereka serentak.

Tokoh pemuda desa Dolok Tolong, E Sinaga, R Siringo-ringo dan F Sijabat, berjanji akan melaporkan permasalahan desa tersebut ke pihak yang berwajib. Menurut mereka, puluhan warga di sana sudah merasa ditipu dan dibohongi oleh berbagai oknum.

“Kalau pemerintah tidak segera memberikan solusi akan hal ini, kami akan melapor ke Polisi. Biarlah persoalan ini akan selesai dan berakhir dengan hukum, sehingga dapat menjadi pembelajaran hukum bagi seluruh warga Dairi nantinya,” ujar Sijabat.

Kepala Dinas PU Cipta Karya, Dairi, Jisler Lumbanbatu, kepada SIB, Kamis (20/2) menyuruh untuk konfirmasi ke Koramil Sumbul. “Lebih jelasnya tanya Bapak aja Kordinatornya dari TNI Koramil Sumbul, mereka pengawasnya,” ujarnya singkat dan menyebutkan bahwa dianya sedang rapat.

Danramil 01/Sumbul Kapt Inf M Nainggolan, melalui piket yang bertugas di Koramil Sumbul, Serka B Sinaga kepada SIB menyebutkan, bahwa peran TNI hanya sebatas monitoring.

“Lebih jelasnya, dipertanyakan saja ke Perwira Seksi (Pasi) Teritorial. Kami hanya sebatas melakukan monitoring, kalau teknis tidak ada,” ujarnya singkat.

Informasi yang didapat SIB di Dolok Tolong, setelah pemberitaan SIB (SIB, Edisi 15 Januari 2014, Bedah Rumah Keluarga Miskin dan Tuna Netra di Sumbul, Tak Kunjung Realisasi), ada pejabat yang mendatangi rumah keluarga Siboro dan menitipkan pesan, ‘Kalau datang wartawan bertanya, bilang saja sudah realisasi ya’ sambil memberikan uang Rp 500 ribu dan sejuta rupiah kepada tetangganya.

Selain itu, warga sudah menerima uang sebesar Rp 3.750.000 (bahan bangunan) akan tetapi menandatangani penerimaan uang di BRI Sumbul sebesar Rp 7.500.000. Disebutkan, buku tabungan milik warga masih berada di BRI Unit Sumbul. (B4/q)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru