Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Kabut Asap tebal, Wings Air Gagal Mendarat di Bandara Binaka G Sitoli

*Bandara Pinangsori Tapteng Kembali Ditutup Akibat Asap
- Selasa, 25 Februari 2014 15:30 WIB
2.682 view
Kabut Asap tebal, Wings Air Gagal Mendarat di Bandara Binaka G Sitoli
Gunungsitoli (SIB)- Pesawat Wings Air dari Medan tujuan Gunungsitoli Kabupaten Nias (24/2). Daerah Wilayah gagal mendarat karena kabut asap yang tebal di Bandara Binaka  Gunungsitoli.

Ketika SIB konfirmasi kepada Kepala Perwakilan Lion Air  Gunungsitoli melalui telepon seluler  membenarkan pesawat Wings Air yang membawa penumpang dari Medan Kualanamu menuju Bandara Binaka Gunungsitoli  batal mendarat karena tidak dapat melihat  landasan untuk melakukan  pendaratan sebagaimana biasanya.

Untuk menghindari terjadi kecelakaan pilot memutuskan tidak mendarat tetapi kembali ke Bandara Internasional  Kuala Namu Medan.

Penumpang yang berangkat  24 Februari 2014 dengan jam penerbangan  jam 14.00 wib dari Medan dijadwalkan berangkat hari ini pada pukul 06.30 wib dan penumpang yang batal berangkat dari Gunung Sitoli tujuan Medan pada 24 Februari jam 15.15  dijadwalkan pada pukul 07.45  dari Gunungsitoli  ke  Medan.

Bandara Pinangsori Ditutup

Sementara itu, cuaca panas terik disertai kabut asap tebal terasa menyelimuti Kabupaten Tapteng, Senin (24/2/2014). Masalah diperparah dengan padamnya listrik PLN di beberapa wilayah akibat devisit energi.

Panas yang menggerahkan dibarengi kabut asap tebal sudah berlangsung selama 2 pekan terakhir seiring terbakarnya hutan/lahan di Desa SP3, SP2 (dulu lahan transmigransi yang sudah dialihkan ke Pemkab sekitar tahun 2008) Kecamatan Kolang Tapteng.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ramli Tobing, mengklaim kebakaran terjadi di atas lahan sekira 100 - 150 hektar. Sementara Kaban Penanggulangan Bencana Ir Bonaparte Manurung kepada SIB, Senin (24/2), menyebutkan titik api sulit padam karena yang terbakar lahan gambut.
Akibat kabut asap tebal, Bandar Udara FL Tobing Pinangsori Tapteng terpaksa ditutup Senin (24/2). "Bandara resmi kita tutup sekitar pukul 09.00 WIB, setelah kita melihat jarak pandang hanya mencapai 300 meter," kata Kepala Bandara Ambar Suryoko melalui KTU Ritonga kepada SIB melalui seluler.

Bandara ditutup sehari penuh, dan dibuka kembali pada hari, Selasa (25/2). Akibat penutupan Bandara, para penumpang yang hendak  berangkat terpaksa balik kanan.

Kabut asap tebal tidak saja mengganggu penerbangan, namun juga mangganggu kesehatan masyarakat. Para pengendara khususnya sepeda motor mengaku matanya terasa pedih akibat kabut asap. Juga saluran pernapasan terasa terganggu.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Sibolga Barisman Hutagalung dikonfirmasi terkait padamnya listrik PLN mengatakan terjadi pemadaman bergilir akibat devisit tenaga listrik. Pemadaman berlangsung selama 3 jam. Pantauan SIB di kantor Bupati Tapteng, Senin (24/2), listrik PLN Padam sekira pukul 11.00 WIB.

Terkait terganggunya penerbangan, Kadis Perhubungan Tapteng Drs Binton Simorangkir angkat bicara. Dia meminta masyarakat pemilik izin perkebunan tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Apalagi saat sekarang ini pihaknya yang sedang konsern terkait akan dibukanya rute pesawat Garuda rute Pinangsori Jakarta, 16 April mendatang. "Jangan karena kabut asap tebal sehingga menciptakan stigma buruk pada penerbangan," kata Binton tegas.
Namun, dia mengungkapkan kabut asap tebal yang terjadi saat ini bukan hanya karena kebakaran yang terjadi di Tapteng, melainkan kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. (A33/E5/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru