Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Sekeluarga Tersambar Petir di Simalungun, Menantu yang Sedang Hamil Tewas

- Selasa, 25 Februari 2014 16:33 WIB
758 view
 Sekeluarga Tersambar Petir di Simalungun, Menantu yang Sedang Hamil Tewas
SIB/Jheslin M Girsang
SELAMAT : Sinta Boru Malau korban selamat setelah tersambar petir, Senin (24/2).
Simalungun (SIB)- Orangtua, anak dan menantu tersambar petir di perladangan Bawang Kelurahan Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Senin (24/2/2014) sekira pukul 18.30 WIB.

Pasangan suami-istri Arman Purba (33) dan Hermeliana Boru Malau (30) sempat ditolong warga dengan cara mengubur tubuh kedua korban ke dalam tanah. Namun Hermeliana tidak terselamatkan sedangkan Arman Purba kritis. Sementara itu ibu Arman bernama Sinta Boru Saragih (60) selamat.

Peristiwa tragis tersebut menghebohkan masyarakat. Ratusan warga mendatangi lokasi kejadian meski diguyur hujan. Petugas kepolisian juga mendatangi TKP. Sekira pukul 20.00 WIB, pasangan suami-istri itu dikeluarkan dari dalam tanah lalu dievakuasi ke RSUD Pamatangraya. Usai dibersihkan, jasad Hermeliana dibawa ke rumah duka, sedangkan Arman masih menjalani perawatan.

Sinta Boru Saragih menuturkan,  hari itu dia bersama anak dan menantunya bekerja di ladang. Setelah sore, mereka berencana pulang ke rumah. Saat di perjalanan dan masih di kawasan perladangan kopi, tiba-tiba petir menyambar sebatang pohon dan seketika itu juga turut menyambar tubuh mereka yang berjarak sekira 5 meter dari pohon tersebut.

Ketiganya terpelanting dan jatuh. Sinta masih bisa berdiri lalu berteriak memanggil anak dan menantunya tetapi tidak mendapat sahutan. Arman dan Hermeliana tergeletak tanpa sadar. Sinta kemudian berlari menuju jalan besar dan meminta pertolongan kepada warga yang kemudian datang dan menggali tanah lalu mengubur tubuh Arman dan Hermeliana.

Menurut Sinta, menantunya itu sedang hamil sekira 6 bulan dan sangat disayanginya karena kebaikannya. Hermeliana berprofesi sebagai guru bidang studi Kimia bertugas di SMK Yayasan Efarina Pamatangraya.

Dikatakan, saat kejadian anak dan menantunya sedang mengantongi handpone serta mengenakan sandal jepit. Arman juga membawa ceret aluminium sambil berjalan. Sinta beruntung selamat dari bahaya petir diduga karena tubuhnya bersentuhan langsung dengan tanah karena tidak memakai sandal.

Kapolsek Raya AKP Leston Siregar mengatakan, jasad korban tidak divisum sesuai permintaan keluarga korban serta membuat surat pernyataan yang diketahui aparatur desa. (C5/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru