Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026
70 Persen Jemaatnya Kurang Fasih Berbahasa Batak

Jemaat HKBP Menteng Jakarta Praktik Lapangan Berbahasa Batak ke Humbahas

- Senin, 03 Maret 2014 20:44 WIB
1.767 view
 Jemaat HKBP Menteng Jakarta Praktik Lapangan Berbahasa Batak ke Humbahas
SIB/ist
Foto Bersama: Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Humbahas Nelson Lumbantoruan SS MHum foto bersama dengan rombongan Kursus Bahasa dan Budaya Batak (KB3) HKBP Menteng Jakarta Pusat di lokasi objek wisata sejarah Batak Istana Raja Sisingamangaraja, Batu Siungk
Humbahas (SIB)- Puluhan jemaat HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Menteng Jalan Jambu Jakarta Pusat yang tergabung dalam Kursus Bahasa dan Budaya Batak (KB3), baru-baru ini datang mengunjungi sejumlah objek wisata di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Rombongan yang berjumlah 38 orang itu disambut Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi dan Ketua TP PKK Humbahas Anny Rosma Br. Napitupulu BBA di rumah dinas bupati di Doloksanggul. Selanjutnya rombongan yang dipimpin oleh Drs Martonggo Simanjuntak MM itu berangkat menuju objek wisata sejarah Raja Batak di Kecamatan Baktiraja Humbahas.

Demikian disampaikan Kadis Perhubungan dan Pariwisata Humbahas melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Nelson Lumbantoruan SS MHum di Doloksanggul, Jumat (28/2).

Nelson mengatakan, tujuan dari kunjungan rombongan KB3 HKBP Menteng Jakarta itu merupakan praktik lapangan untuk penyelamatan bahasa dan budaya Batak, sebab dari penjelasan ketua rombongan, saat ini dari seluruh jemaat HKBP Menteng Jakarta yang fasih berbahasa Batak hanya 30 persen saja. Sedangkan 70 persen lagi kurang memahami.

“Itulah yang melatarbelakangi maka sejak enam tahun lalu HKBP Menteng Jakarta membuat program kerja yaitu kursus bahasa dan budaya batak. Kursus itu setiap angkatan diikuti sekitar 40 orang, dan lama kursus berlangsung selama sembilan bulan. Koordinator kursus bahasa dan budaya Batak dipimpin oleh Prof Mangara Tambunan. Program itu ternyata sangat direspons oleh warga HKBP Menteng, karena  dianggap sangat  bermanfaat untuk penyelamatan bahasa dan budaya Batak,” kata Nelson mengulangi penjelasan ketua rombongan Drs Martonggo Simanjuntak.

Praktik lapangan peserta KB3 HKBP Menteng telah berlangsung empat kali. Pertama diadakan di Balige, Kabupaten Tobasa, kedua di Pangururan Kabupaten Samosir, ketiga di Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, dan yang keempat di Bakara Kabupaten Humbang Hasundutan.

Lebih lanjut Nelson menjelaskan, selama di Baktiraja, seluruh rombongan diwajibkan menggunakan bahasa Batak. Hal ini sesuai dengan tujuan mereka yaitu untuk mengaplikasikan pembelajaran selama menjadi anggota KB3. Selain melakukan praktik lapangan KB3, rombongan juga melakukan pemberian sembako dan pakaian bekas layak jadi, pelayanan di gereja, perjalanan wisata dan pembersihan pinggiran Danau Toba dari eceng gondok serta sosialisasi dengan masyarakat.

Nelson menyampaikan, selama tiga hari di Humbahas, peserta KB3 HKBP Menteng mengaku sangat mengagumi keindahan Bakara. “Mereka sangat terkagum melihat keindahan dan kemajuan pembangunan di daerah ini,” ungkap Nelson.

Nelson memandu para rombongan mengunjungi objek wisata sejarah Batak yang ada di Baktiraja, yaitu objek wisata Tombak Sulu-sulu di Desa Marbun Toba Dolok. Lokasi tersebut  adalah tempat lahirnya Raja Sisingamangaraja I. Rombongan kemudian dibawa ke Istana Raja Sisingamangaraja di Dusun Lumbanraja, Desa Simamora.  Satu persatu situs diterangkan kepada tamu antara lain: Batu Siungkap-ungkapon, Bale Pasogit, Makam Raja Sisingamangaraja X, Makam Raja Sisingamangraja XI, Rumah-rumah Adat. Bahkan rombongan dipersilakan masuk dan duduk di Ruma Bolon, salah satu Rumah Batak yang berada di komplek  istana yang fungsinya sebagai tempat berkumpul masyarakat.

Perjalanan dilanjutkan ke Aek Sipangolu, Aek Sipangolu adalah salah satu andalan tujuan wisata di Humbang Hasundutan. Alkisah, bahwa terjadinya Aek Sipangolu adalah atas kesaktian Raja Sisingamangaraja I yang menancapkan tongkatnya ke  batu ketika gajahnya sedang kehausan, dan jadilah mata air dari batu tersebut. Di kemudian hari air tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit sehingga disebut Aek Sipangolu artinya air yang dapat menyembuhkan. Lokasi tersebut selalu ramai dikunjungi orang.

Setelah beberapa hari berada di Humbahas, peserta Kursus Bahasa dan Budaya Batak (KB3) Menteng dijamu oleh Bupati Humbahas di rumah dinas. Pada jamuan makan malam tersebut para peserta KB3 menyampaikan apresiasinya atas penyambutan bupati, serta pembangunan yang pesat di Humbang Hasundutan.

Bupati Humbahas Drs. Maddin Sihombing menyampaikan, terimakasih kepada ketua rombongan dan seluruh peserta Kursus Bahasa dan Budaya Batak yang memilih Kecamatan Bakara sebagai tempat praktik lapangan Kursus Bahasa dan Budaya Batak. (F5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru