Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Pengungsi Tinggalkan 10 Posko Penampungan

- Senin, 03 Maret 2014 21:04 WIB
660 view
Pengungsi Tinggalkan 10 Posko Penampungan
Medan (SIB)- Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, saat ini meninggalkan 10 Posko Penampungan di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dan belum ada lagi penambahan.

Koordinator Media Massa Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi dari Medan, Minggu mengatakan, posko penampungan tersebut sudah dalam keadaan kosong dan tidak lagi ditempati warga.

Kosongnya tempat pengungsi itu, menurut dia, karena sebahagian korban erupsi Gunung Sinabung sudah kembali ke desa yang berada di luar radius lima kilometer dari gunung merapi tersebut.

"Sudah hampir dua minggu lamanya pengungsi Sinabung itu menempati desa dan pulang ke rumah mereka," kata Jhonson.

Dia menambahkan, ke-10 Posko Pengungsi yang dalam keadaan kosong itu, antara lain Tongkoh (708 orang/225 KK), Losd Desa Sempajaya (1.622 orang/510 KK) dan Jambur Korpri (982 orang/303 KK).

Jambur Maka Mehuli (644 orang/170 KK) Jambur Siabang-Abang (1.256 orang/403 KK), Desa GBKP Ronggo Sumbul (315 orang/96 KK), Jambur Lau Gomba (767 orang/248 KK), Lapangan Futsal Lau Gumba (1.216 orang/412 KK), Losd Tanjung Pulo (712 orang/227 KK) dan Losd Tanjung Mbelong (362 orang/123 KK).

"Jadi, dari 44 jumlah Posko Penampungan pengungsi itu, 10 diantaranya sudah sepi dan tidak ada penghuni," ujar Humas Pemkab Karo tersebut.
Data yang diperoleh di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, ada 16 desa yang telah dihuni pengungsi Sinabung, beberapa diantaranya, Desa Batu Karang 4.954 jiwa atau 1.452 kepala keluarga (KK), Desa Rimo Kayu 657 orang/196 KK, Desa Cimbang 234 orang/ 68 KK, dan Desa Ujung Payung 311 orang/ 93 KK.

Kemudian, Desa Kutambelin 990 jiwa/ 265 KK, Desa Gung Pinto 551 orang/ 146 KK, Desa Naman 1.533  orang/424 KK, Desa Sukandebi 902 orang/259 KK yang berada di Kecamatan Namantran.

Desa Tiga Pancur 918 orang/ 256 KK, Desa Tiganderket 1.779 jiwa/505 KK, Desa Tanjunga Morawa 1.201/338 KK, Desa Payung 1.788 orang/538 KK, Desa Jeraya 551 orang/ 146 KK, dan Desa Pintu Mbesi 242 orang/65 KK, kata juru bicara Pemkab Karo.

Sedangkan, jumlah pengungsi erupsi Sinabung, Sabtu (1/3)  tercatat 15.873 orang atau 5.002 kepala keluarga (KK).

Terdiri dari 6.021 laki-laki, 6.228 perempuan, 1.614 lanjut usia (lansia), 148 ibu hamil dan 899 bayi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai, Minggu (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru