Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Pasutri Sarman Saragih-Junita Br Lumban Tobing Dambakan Bedah Rumah

*Punguan Siopat Pisoran Harapkan Kepedulian Pemerintah
- Selasa, 04 Maret 2014 11:55 WIB
493 view
 Pasutri Sarman Saragih-Junita Br Lumban Tobing Dambakan Bedah Rumah
Simalungun (SIB)- Pasangan suami-istri Sarman Saragih dan Junita Br Lumban Tobing telah bertahun-tahun tinggal di rumah mirip gubuk di Gunung Huluan Desa Bahapal Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. Mereka mendambakan program bedah rumah yang digalakkan pemerintah.    
Hal itu terungkap saat keluarga besar Punguan Siopat Pisoran, Boru Bere se-Kecamatan Raya ibukota Kabupaten Simalungun mengunjungi tempat tinggal mereka, Minggu (2/3/2014). Siopat Pisoran mencakup 4 marga yaitu Hutabarat, Panggabean, Hutagalung dan Lumban Tobing.

Sarman menuturkan, keluarganya sudah bertahun-tahun tinggal di rumah yang hanya berukuran 4 x 5 meter. Kondisi rumahnya mirip gubuk, berdinding tepas dari anyaman bambu, lantai tanah, hanya satu ruangan kamar itupun seadanya, tidak memiliki MCK (mandi cuci kakus) dan dapur berada di luar rumah.

Pasangan tersebut punya 4 anak. Mereka semua tinggal di dalam rumah tersebut. Sebagian anaknya terpaksa tidur di luar kamar beralaskan tikar yang bersentuhan langsung dengan tanah. Keluarga ini menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

Ia mengutarakan, keluarganya sempat senang ketika rumahnya difoto sekretaris desa dan dikatakan akan ikut program bedah rumah. Namun sampai kini realisasi bedah rumah tak kunjung terwujud membuatnya kecewa.        

“Sudah pernah difoto sekretaris desa. Tapi sampai sekarang belum kesampaian bedah rumahnya,” tutur Sarman.

Keluarga Besar Punguan Siopat Pisoran Boru Bere merasa terharu melihat tempat tinggal keluarga Sarman. Tohoman Hutabarat selaku ketua punguan didampingi sekretaris Jawandri Saragih dan bendahara Adi Purba mengharapkan kepedulian pemerintah. Pasutri tersebut dinilai layak mendapat bedah rumah. (C5/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru