Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Isu Begu Ganjang Merebak, Kapolres Dairi dan Tokoh Masyarakat Gagalkan Niat Warga Mendatangkan Dukun

- Selasa, 04 Maret 2014 12:05 WIB
2.179 view
Isu Begu Ganjang Merebak, Kapolres Dairi dan Tokoh Masyarakat Gagalkan Niat Warga Mendatangkan Dukun
SIB/Edison Parulian Malau
BERI PENCERAHAN : Kapolres Dairi, AKBP Donni Damanik (kiri), didampingi Kepala Kesbang Polinmas Pemkab Dairi, Rahmatsyah Sitopu, memberikan pencerahan kepada warga saat melakukan pertemuan dengan warga Jl Perintis Gang Soala Gogo, Sidikalang terkait isu B
Sidikalang (SIB)- Kapolres Dairi AKBP Donni SH Damanik SIK bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh Masyarakat, menggagalkan niat warga Jl Perintis atau Gang Soala Gogo, Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi mendatangkan dukun dari Simalungun untuk membersihkan kampung    menyusul   isu Begu Ganjang. Berbagai penjelasan disampaikan Donni Damanik, pada pertemuan (rapat warga-red) warga dengan Kapolres, Muspika  Sidikalang, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, di rumah salah satu warga Gang Dame Jl Melati Sidikalang, Jumat (28/2/2014).

Sebelumnya, Sat Intelkam Polres Dairi, yang mendapat isu tersebut, Kamis (27/2) telah mengumpulkan beberapa warga sekitar untuk melakukan pertemuan di Mapolres. Pertemuan yang digelar di ruang PDDO Polres Dairi, dihadiri Kapolres Dairi, Kepala Kantor Kementerian Agama Sidikalang Drs Hasan Basri Bancin, Kasi Bimas Kristen Drs Rusdin Berutu, Kepala Kesbang Polinnmas Pemkab Dairi Rahmatsyah Sitopu, Sekum BMAG Pdt Jingles Pasaribu, Kasdim 0206/D Mayorl Inf Arwan dan Kasat Intelkam AKP Rohot Nainggolan.

Terungkap pada pertemuan, bahwa akibat isu santet begu ganjang itu, warga sekitar dihantui rasa cemas dan resah, walau tidak diketahui secara pasti dari mana sumber atau penyebar isu, tetapi disebutkan beredar dari mulut ke mulut. Bahkan, tanpa diketahui siapa yang mengomando, warga sepakat mengumpulkan uang sebanyak Rp. 20 juta untuk biaya mendatangkan dukun (datu), Senin (3/3/2014).

Menurut warga Jl Perintis, Benar Lumbangaol, Martin Simanungkalit, Sekdes Hutarakyat Alboin Sihombing dan Kepala Dusun Binner Samosir, menjelaskan kronologis kecurigaan warga yang mengarah ke isu santet. Dia mengatakan, belum lama ini ada galian parit didepan rumah warga untuk pemasangan pipa air minum. Saat parit digali, warga menemukan kemeja laki-laki didalam parit dengan berlipat bagus serta masih dikancing dan disekitar leher ada ditaruh (dikancing) sebuah benda semacam bundelan.

Dari ditemukannya kemeja yang dicurigai itu, isu terus berkembang dan mencuat di masyarakat. Dia menyebutkan, masalah penemuan baju yang dicurigai dilaporklan ke Kades dan Polsek kota Sidikalang. Tetapi, karena kecurigaan sudah semakin tinggi, tanpa dikomando warga melakukan pertemuan dan sepakat mengumpulkan uang Rp 100 ribu/ Rumah Tangga dan terkumpul Rp 20juta untuk mendatangkan dukun dimaksud.

Kapolres Dairi, Kakan Kemenag Sidikalang, Kepala Kesbang Polinmas dan Sekum BMAG dalam pertemuan itu, meminta kepada warga supaya tidak mudah terprovokasi isu santet yang hanya merugikan masyarakat sendiri. Terkait kasus itu, Kapolres mengajak semua pihak baik pemerintah supaya memberikan pencerahan yang lebih kepada warga supaya tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan atau menuduh seseorang memelihara santet atau begu ganjang.

“Negara kita adalah berlandaskan Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga semua isu itu adalah sesat. Mari kita menguatkan keimanan kita masing-masing sesuai kepercayaan kita masing,” sebut Donni. Selain itu, Kapolres juga menghimbau supaya uang yang sempat dikumpulkan agar dikembalikan, karena tidak semua warga mungkin setuju dengan tindakan itu, karena tidak dipungkiri mungkin karena sudah terhasut sehingga terpaksa mau mengikutinya. (B4/w)


 



 




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru