Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Protes Pemadaman Listrik dan Peringati Hari Perempuan Sedunia, FPRB Turun ke Jalan di Rantauprapat

- Senin, 10 Maret 2014 10:07 WIB
1.103 view
 Protes  Pemadaman  Listrik  dan  Peringati Hari Perempuan Sedunia,  FPRB Turun ke Jalan di Rantauprapat
SIB/ist
Protes Pemadaman PLN dan Peringati Hari Peremopuan,massa FPRB melakukan orasi di bundaran Simpang VI Rantauprapat, sabtu (8/3/2014).
Rantauprapat (SIB)- Puluhan pemuda dan mahasiswa dari P2MN, GMNI dan PMP yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Bersatu (FPRB) Kabupaten Labuhanbatu turun ke jalan dan berkumpul di bundaran Tuga Simpang  Enam,  Rantauprapat  memperingati Hari Perempuan yang jatuh pada (8/3/2014).

Dalam orasinya, kordinator aksi Ana br Pasaribu menyerukan, stop eksploitasi dan penindasan terhadap perempuan sebab selama ini perempuan masih saja ditindas dan di eksploitasi baik di dalam bernegara maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Di dalam bernegara,  perempuan masih saja ditindas dan dieksploitas secara politik, ekonomi, sosial budaya  khususnya di dalam perindustrian. Demi mengejar keuntungan,  pihak Kapitalisme memperdagangkan tubuh perempuan melalui industri pornografi, iklan komersil, industri hiburan, mode pakaian. Dan kekerasan  terhadap  para TKI. Sedangkan untuk di lingkungan keluarga, masih sering terjadi kekerasan di dalam rumah tangga yang didasari oleh persoalan  ekonomi," teriaknya.

Ana menambahkan, adapun data menurut Komnas Perempuan sekitar 93.960 kasus kekerasan  seksual  terhadap  perempuan  terjadi di Indonesia. Di  antaranya,  4.854 kasus adalah  pemerkosaan,  1.359  kasus  perdagangan  perempuan , 1.049  kasus pelecehan seksual dan  672  kasus  penyiksaan seksual.

Sementara itu,  Ketua  FPRB Labuhanbatu    Joni Sokishondraha  saat  ditemui  para  wartawan  mengatakan,  selain  memperingati hari perempuan sedunia pihaknya juga menyerukan, stop pemadaman  listrik  sekarang  juga  karena  sangat  meresahkan  dan merugikan rakyat.

“Jika  listrik  padam, PLN  harus  siap  berikan  kompensasi listrik murah untuk rakyat sebagai ganti rugi kepada konsumen. Apabila PLN tidak memenuhi hal tersebut dan listrik tetap padam maka FPRB akan memboikot pembayaran listrik dan akan menuntut kerugian yang dirasakan rakyat”,  tegas Joni.

" Menjelang  pemilu  9 April  2014 mendatang , kami juga menghimbau kepada masyarakat agar hindari dan laporkan caleg-caleg yang melakukan politik uang karena bisa menjadi sumber korupsi. Pilihlah caleg yang telah berbuat untuk rakyat, jangan cuma pilih caleg dari kalangan pengusaha atau pejabat.

“Kami meminta kepada Kapolres  Labuhanbatu, agar menugaskan intelijen  Polres  dan  aparat  lainnya untuk mengawasi dan mengawal caleg dan aparat desa/ kelurahan yang terindikasi rawan politik uang termasuk kalangan pengusaha atau pejabat harus diperketat pengawasannya," ungkapnya. Usai berorasi dan membagikan selebaran, para pengunjuk rasa langsung membubarkan diri. (D10)
 
Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru