Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Harga Jengkol Per Kilogram Setara Dengan Ayam Kampung di Tebingtinggi

- Senin, 10 Maret 2014 10:16 WIB
2.348 view
Harga Jengkol Per Kilogram  Setara Dengan Ayam Kampung di Tebingtinggi
SIB/Humala Siagian
TERSENYUM : Linda Sianturi salah seorang pedagang jengkol di Pasar Gambir Tebingtinggi tersenyum menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan SIB, Minggu (9/3).
Tebingtinggi (SIB)- Harga Jengkol di Kota Tebingtinggi “meroket”  per satu kilo harganya setara dengan ayam kampung yakni Rp 40 ribu Penyebab kenaikan harga ini disinyalir diakibatkan karena banyak pohon jengkol ditebang untuk keperluan bagunan rumah.

Linda Sianturi, salah seorang pedagang jengkol yang berjualan di Pasar Tradisional Pasar Gambir Tebingtinggi saat dijumpai SIB, Minggu (9/3/2014) membenarkan harga jengkol sejak satu bulan terakhir naik merangkak mulai dari  Rp 20 ribu/Kg hingga sekarang diecernya Rp 40 ribu/Kg.

Adapun  penyebab jengkol naik menurutnya diakibatkan terjadi kelangkaan jengkol di pasaran. Sejak dua pekan terakhir, pasokan jengkol dari petani berkurang, sepengetahuannya menghilangnya pasokan jengkol tersebut kemungkinan belum memasuki musim panen.

Linda Sianturi yang mengaku telah mengeluti berjualan jengkol dari sejak kecil  mengatakan, ini kali yang kedua harga jengkol “meroket” setelah tahun lalu harga ecer mencapai hingga Rp 60 ribu/kg. “Harga jengkol setelah pernah harganya melambung sudah netral di harga Rp 20 ribu/Kg namun  sebulan terakhir harganya terus naik hingga sekarang,”ujar ibu tiga anak ini sembari memprediksi harga ini akan terus naik.

Sementara itu, salah seorang pedagang jengkol di Pasar Gambir menduga pasokan jengkol dari sejumlah petani di Sumatera berkurang karena banyak pohon jengkol ditebang lahannya ditanam sawit dan juga bisa saja untuk keperluan bangunan perumahan maupun kerajinan rumah tangga.

"Berkurangnya pasokan jengkol itu karena banyak lahan   pohon jengkol beralih fungsi menjadi perumahan maupun perkebunan, Kami berharap petani bisa mengembangkan kembali tanaman jengkol karena permintaan pasar cukup tinggi,”ujarnya

Kadis Kouperindag Tebingtinggi HM Yunus Matondang saat dikonfirmasi SIB melalui selulersnya mengatakan belum mengetahui harga jengkol di pasar Rp 40 ribu, “ Beberapa minggu lalu saya tau harga jengkol dipasar masih Rp 26 ribu, saya belum  tau harga jengkol naik hari ini jadi Rp 40 ribu/kg,  terimah kasih atas infonya ya,” ujar Kadis

“Saya kira kenaikan harga jengkol   kali kedua ini setelah tahun lalu sempat langka,  akibat belum tibanya musim panen.  Juga banyak lahan  jengkol beralih fungsi baik itu perkebunan atau pohonnya ditebang untuk pembangunan rumah,”jelas HM Yunus. (C16/w)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru