Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Puluhan Lokasi Longsor, Jalan Nasional Kabanjahe-Kutabuluh-Aceh Terancam Putus

*Proyek Multy Years 2013-2014 Agar Diawasi
- Senin, 10 Maret 2014 10:49 WIB
1.581 view
Puluhan Lokasi Longsor, Jalan Nasional Kabanjahe-Kutabuluh-Aceh Terancam Putus
SIB/Alexander Hr Ginting
LONGSOR. Longsor di sekitar km 130 desa Butar Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, jurusan jalan nasional jurusan Tanah Karo-Kutabuluh-Laubaleng-Aceh berkisar 35 meter dengan kedalaman 50 meter mengancam jalan nasional putus sampai Minggu (9/3) belum
T Karo (SIB)- Transportasi jurusan Kabanjahe-Kutabuluh (Dairi)-Aceh Tenggara (Aceh) saat ini cukup rawan. Selain kerusakan badan jalan, juga ditemui sejumlah lokasi longsor. Salah satu di antaranya di sekitar km 130 desa Butar Kabupaten Dairi jalan nasional antara Kecamatan Tigabinanga dengan Kecamatan Laubaleng, Tanah Karo.

Puluhan titik longsor terjadi selama 2013 sampai 2014 antara desa Kutabangun Kecamatan Tigabinanga dengan desa Durinrugun dan desa Laubaleng Kecamatan Laubaleng terjadi dan belum ada tanda-tanda perbaikan. Umumnya, longsor yang diduga akibat tidak berfungsinya drainase mengancam setiap pengguna jalan yang sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa. Instansi terkait, khususnya pihak penegak hukum diharapkan mengusut anggaran pemeliharaan dan perawatan jalan nasional selama ini. Terutama mengawasi pelaksanaan proyek APBN 2014 yang jumlahnya berkisar   Rp400 miliar.

Demikian dikatakan anggota DPRD Karo, Masdin DT Ginting dan Pt Theopilus Sinulaki, masyarakat desa Perbulan Kecamatan Laubaleng kepada SIB, Sabtu (8/3/2014) di Tigabinanga.

Pantauan SIB bersama Masdin dan Sinulaki di sepanjang ruas jalan nasional Kabanjahe-Kutabuluh-Laubaleng, ditemui sejumlah longsor dan pelaksanaan proyek multy years APBN 2013-2014 tentang peningkatan kapasitas dan pelebaran jalan nasional jurusan Kabanjahe-Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Sejumlah lokasi longsor telah merusak badan jalan dan longsor puluhan meter jatuh ke dasar jurang. Belum ada perbaikan dan belum ada tanda-tanda bahaya sebagai peringatan kepada pengguna jalan.

Kasatker Penanganan Jalan Nasional (PJN), Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN-I), Bambang Pardede yang dikonfirmasi SIB sebelumnya di kantornya, Jalan Busi Medan, perihal longsor tersebut membenarkan terjadi. Namun tidak merinci apa penyebab dan bagaimana penanganannya.

“Kita sudah surati Jakarta untuk melakukan penelitian melalui Direktorat Bintek. Di daerah jalan nasional jurusan Tigabinanga-Kutabuluh km 130-145 banyak longsor badan jalan, longsor tabung, jalan amblas, patahan pada badan jalan. Namun secara rinci silakan tanya kepada PPK-nya, Hermansyah, ujar Pardede.

PPK Hermansyah yang dikonfirmasi SIB beberapa hari yang lalu di kantornya di perumahan Johor Indah, Medan, tidak berhasil. Begitu juga Khaidir dan Fahruddin, staf  Hermansyah, tidak berkomentar tentang penyebab terjadinya longsor. Selanjutnya, ketika disinggung pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan yang anggarannya cukup besar setiap tahun, namun terkesan hanya dilakukan pembersihan rumput di bahu jalan, juta tidak berkomentar.

“Proyek multy years 2013-2014 dengan peningkatan kapasitas jalan serta pelebaran jalan yang kami kerjakan sejak 2013-2014. Badan jalan yang terkena  proyek multy years dengan lebar jalan menjadi 6 meter dan bahu jalan 1 meter di kiri-kanan badan jalan. Salah satu lokasi proyek multy years yang saat ini mulai dikerjakan adalah pelebaran jalan dengan memotong tebing di ujung jembatan Laubiang desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe,” ujar Fahruddin singkat. (BR2/w)
 

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru