Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Kabut Asap Semakin Pekat di Labusel, Jarak Pandang Pengemudi Semakin Pendek

- Selasa, 11 Maret 2014 16:14 WIB
740 view
Kabut Asap Semakin Pekat di Labusel, Jarak Pandang Pengemudi Semakin Pendek
SIB/Rudi Afandi Simbolon
ASAP : Kabut Asap di Jalinsum titi kembar Kecamatan Kotapinang Kab Labusel, Senin (10/3) semakin pekat.
Kotapinang (SIB)- Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kecamatan Kotapinang Kab.Labusel, Senin(10/3/2014) mulai pagi hari semakin pekat dari kabut asap sebelumnya. Jarak pandang para pengemudi kendaraan yang melintas semakin minim (pendek).

Salah seorang pengemudi truk BK 8012, HM Irwan, yang kerap melintasi wilayah Kotapinang, mengaku, kabut asap kali ini lebih pekat dari sebelumnya menyelimuti daerah Kecamatan Kotapinang. Sehingga, kendaraan yang melintasi di jalinsum Kotapinang harus dengan ekstra hati-hati.

"Kali ini harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan. Kalau kendaraan dari arah berlawanan menyalakan lampu, dapat diketahui dari jauh, tapi kalau lampunya tidak dinyalakan, bisa-bisa beresiko fatal," katanya saat beristirahat di salah satu rumah makan Jalinsum Titi kembar.

Dia menjelaskan, jarak pandang kali ini dari sebelumnya lebih pendek, hanya mencapai 40 hingga 50 meter saja. Ditambah lagi, cuaca mendung yang juga mempengaruhi jarak pandang para pengemudi.

"Paling jauh hanya 50 meter saja jarak pandang. Jika kendaraan roda dua tidak menyalakan lampu, sudah tidak terlihat lagi dari jauh. Apalagi cuaca mendung yang mempengaruhi pandangan," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan  Bencana Daerah Kab Labusel Darwin SE yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan informasi yang telah diperolehnya, kabut asap yang menyelimuti Kab Labusel kali ini berasal dari kebakaran hutan dari Provinsi Riau. Rapat yang dilakukan baru-baru ini di tingkat provinsi tentang kabut asap ini menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di daerah masing-masing.

"Saat rapat di BPBD Provinsi, dideteksi kebakaran berasal dari daerah Riau. Dihimbau juga kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di saat seperti ini. Ditambah lagi kemarau yang melanda," katanya. (D16/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru