Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Puluhan Nelayan Tanjung Beringin Datangi Polres Sergai Protes Pukat Harimau

- Selasa, 11 Maret 2014 16:23 WIB
2.052 view
Puluhan Nelayan Tanjung Beringin Datangi Polres Sergai Protes Pukat Harimau
SIB /Henderson Manullang
DENGARKAN PENJELASAN : Masyarakat nelayan tradisional mendengarkan penjelasan Waka Polres Sergai Kompol Drs. Soepriatmono, SH, MH, M.Psi di depan Mapolres Sergai,
Sei Rampah (SIB)- Puluhan nelayan  tradisional Tanjung Beringin,  Senin(10/3) mendatangi  Mapolres Sergai memprotes operasional  penangkap ikan   pukat harimau  apung, trawl dan gandeng yang merajalela  menghabiskan  ikan  dan   merusak terumbu karang laut di  perairan Kabupaten Serdang Bedagai.

Merajalelanya pukat trawl, apung dan gandeng  sangat meresahkan  berdampak buruk terhadap penghasilan nelayan tradisional karena ikan besar dan kecil habis disapu bersih mengakibatkan kelangkaan ikan. “Beroperasinya pukat tersebut secara bebas  karen.a lemahnya pengawasan instansi terkait  seperti Pol airut dan TNI AL setempat,    kata Kordinator aksi Demo Muas Munawar.

Banyak nelayan tradisional hidupnya berada di bawah garis kemiskinan.sementara potensi ikan sebelumnya cukup menjanjikan, tapi dengan  hadirnyapukat harimau berkeliaran sudah tidak ada lagi ikan yang bisa ditangkap oleh nelayan," bagaimana la bang, alat tangkap kita apa adanya. Sedangkan pukat-pukat itu sudah pakai alat canggih yang bisa tahu daerah mana yang banyak ikannya" ujarnya.

 Waka Polres  Sergai Kompol Drs. Soepriatmono SH MH, MPsi di hadapan para  nelayan tradisional Tanjung Beringin  berjanji akan menindak tegas pelaku yang menggunakan pukat harimau, namun sebelumnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Sergai.

“Saya juga seorang anak nelayan jadi tidak saya biarkan rakyat nelayan sengsara, . Kita juga sudah perintahkan Satpol air Tanjung Beingin untuk melakukan patroli, ungkapnya.

Usai mendengarkan penjelasan tesebut para nelayan  membubarkan diri dengan tertib. (A30/w)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru