Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 29 Maret 2026

Proyek Pengaspalan Hotmix Jalan Kota Tarutung Rp 8,4 M Dikerjakan Saat Hujan

- Sabtu, 15 Agustus 2015 16:48 WIB
357 view
Proyek Pengaspalan Hotmix Jalan Kota Tarutung Rp 8,4 M Dikerjakan Saat Hujan
Tapanuli Utara (SIB)- Proyek pengaspalan hotmix Jalan Kota Tarutung tepatnya pada sekitar Jalan Sisingamangaraja Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebesar Rp 8,4 miliar atau sekitar 8.461.708.500 yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 dikerjakan saat hujan turun.

C Simanjuntak (37) salah seorang warga sekitar Jalan Tarutung yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta ketika dimintai tanggapannya terkait pengaspalan jalan hotmix kepada SIB, Jumat (14/8) mengaku,  saat pengaspalan hotmix tersebut dikerjakan saat hujan turun.

“Pembangunan jalan hotmix ini dilakukan saat badan jalan masih basah, habis diguyur hujan. Hotmix diamprah ke badan jalan dan langsung digilas,” ucapnya.

Senada A Hutabarat (35) seorang warga Tarutung ketika hendak melintas di jalan tersebut  juga mengatakan, jika badan jalan masih basah maka  hotmix tidak dapat diamprah ke badan jalan dan harusnya ditunggu hingga kering. “Kalau tidak, kondisi hotmix di badan jalan tidak lengket dan dapat dipastikan akan cepat rusak,” ungkapnya

Selain itu, kata Hutabarat, terlepas dari segi peraturan pada saat pengerjaan,  PT Gayotama Leopropita, ia juga tidak pernah melihat pengawas berpakaian dinas dari dan pada umumnya ia melihat para pekerja. “Saya menafsir dan meyakini pengerjaan proyek ini pasti dikerjakan asal jadi. Proyek yang diawasi saja sering tidak beres, apalagi tidak diawasi,” imbuhnya

Sekaitan dengan itu, pelaksana PT Gayotama bermarga Simanungkalit ketika dihubungi melalui selulernya terkait proyek hotmix tersebut mengemukakan,  jumlah pagunya sebesar Rp 6,8 miliar, tidak sesuai dengan plang proyek dan lama pengerjaan yang sudah dikerjakan tidak tahu.

Ditanya apakah bisa aspal hotmix dikerjakan pada saat hujan ia menyebut, pengerjaan hotmix pada saat hujan tidak bisa dilakukan karena tidak lengket. “Tapi tergantung hujannya apakah gerimis atau hujan lebat,” kata Simanungkalit.

Ditanya, seandainya hujan gerimis berkepanjangan hingga menimbulkan genangan air apakah bisa dikerjakan, Simanungkalit enggan menjawabnya 
Pantauan SIB, selain pengerjaannya dilakukan saat hujan turun, juga  pos tempat pekerja atau pos dinas bersangkutan tidak ada sehingga masyarakat bingung karena tidak ada tempat untuk bertanya.(E02/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru