Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026
Peringatan HUT ke-70 RI di Paluta Sukses

Sosiodrama Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII Pukau Warga

- Rabu, 19 Agustus 2015 18:59 WIB
967 view
Sosiodrama Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII Pukau Warga
Gunungtua (SIB)- Perayaan HUT RI Ke-70 Tingkat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang berlangsung di Alun-alun Kota Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dirangkai sosiodrama tentang perjuangan Pahlawan dari Tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII, Senin (17/8).

Sosiodrama yang berdurasi singkat ditampilkan puluhan siswa dari SMA Negeri 1 Padang Bolak pimpinan Kepala SMA Negeri 1 Padang Bolak H Ali Usman Siregar SPd berhasil memukau para warga dan hadirin.

Pemandu dan penulis skenario naskah Serma Jonidar bersama Danramil 05- Padang Bolak Kapten Inf Himsar Harahap membuat kegiatan tersebut untuk menggugah para warga dan undangan mengenang sejarah perjuangan dan memotivasi khususnya para generasi muda untuk lebih optimisme dalam mengisi kemerdekaan dan berkarya nyata dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Padang Lawas Utara. 

Sosio drama ini mengisahkan perjuangan Raja Sisingamangaraja XII yang terus berjuang dan segala upaya mempertahankan Tanah Batak terhindar dari  penjajahan. Raja Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak diusia 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan Tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda.

Raja Sisingamangaraja XII bertempur sampai titik darah penghabisan mengusir penjajah Belanda. Walau harus ditebus dengan nyawa. Dimana, Boru Sagala, Isteri Sisingamangaraja XII ditangkap pasukan Belanda. Ikut tertangkap putra-putri Sisingamangaraja XII yang masih kecil. Raja Buntal dan Pangkilim. Menyusul Boru Situmorang Ibunda Sisingamangaraja XII juga ditangkap, menyusul Sunting Mariam, putri Sisingamangaraja XII dan lain-lain.

Tahun 1907, di pinggir kali Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian. Itulah sosiso drama yang ditampilkan tersebut hingga suasana semakin bersemangat.

Pada peringatan HUT RI tersebut Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap bertindak sebagai inspektur upacara (irup), komandan upacara Letda Inf S Hasibuan dihadiri oleh Wabup H Riskon Hasibuan SE, Ketua DPRD Paluta Mukhlis Harahap SHi, Kajari Gunung Tua Arie Sudihar SH Mhum, Danki C Gunung Tua Lettu Mansyur, Kabag Sumda Polres Tapsel Kompol H Sarluman Siregar, Plt Sekda Tongku Palit Hasibuan SE Ak MSi, Kapolsek Padang Bolak AKP S Siregar, pimpinan SKPD, para ketua OKP/Ormas serta hadirin.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ditandai dengan pengibaran bendera merah putih. Irup menyerahkan bendera kepada Era Fazira untuk dikibarkan. Pengibaran bendera dipercayakan kepada Andriansyah, Richard dan Mira Hannum Harahap. Sementara teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Paluta Mukhlis Harahap SHi dan doa dari Kakan Kemenag Kabupaten Paluta Drs Azaman Harahap. (E08/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru