Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

PDAM Tirta Nchiho Sidikalang Krisis Sumber Air

* Pembangunan Perpiaan Baru Butuh Rp 40 Miliar
- Rabu, 19 Agustus 2015 19:23 WIB
370 view
PDAM Tirta Nchiho Sidikalang Krisis Sumber Air
Sidikalang (SIB)- PDAM Tirta Nchiho Sidikalang mengalami krisis sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga di lima kecamatan yaitu Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Siempat Nempu Hulu dan Siempat Nempu. Jumlah pelanggan PDAM di wilayah itu mencapai 8 ribu sambungan rumah tangga (SR). Hal itu disampaikan Dirut PDAM Tirta Nchiho Rafael Ginting kepada wartawan, Selasa (18/8) di ruangannya.

Di lima kecamatan itu, 15.500 pelanggan potensial. Sedangkan kapasitas ketersediaan air sekarang sekitar 7 ribu SR. Padahal jumlah sambungan mencapai 8 ribu SR, karena itu PDAM kewalahan membagi ke masing-masing pelanggan. Belum lagi bila ada kerusakan jaringan pada sumber air baku, tentu dengan kerusakan itu menurunkan pasokan air bersih ke pelanggan.

“Dengan kondisi tersebut, sehingga pemasangan air bersih ke Rutan Sidikalang tidak berjalan. Ketersediaan air baku tidak cukup lagi melayani pelanggan maupun calon pelanggan. Harus mengupayakan sumber air baku yang baru,” ucap Ginting.

Sumber air baru jauh dari wilayah layanan sehingga untuk realisasi membutuhkan dana yang besar. Pembangunan infrastruktur dan perpipaan baru membutuhkan biaya mencapai Rp 40 miliar. 

Hal itu sudah disampaikan kepada Pemkab Dairi dan sudah diusulkan Direktorat Jenderal sumber Daya Air melalui Balai wilayah Sungai Sumatera II untuk pembangunan sumber air baku. Lanjutnya, sesuai program pemerintah pusat 2019 masyarakat perkotaan sudah harus 100 persen memperoleh air bersih. Kota Sidikalang baru memperoleh 60 persen mendapat air bersih. Diharapkan pembangunan sumber air baku yang baru dapat terealisasi sehingga kebutuhan air bersih di lima kecamatan itu bisa terpenuhi, sebut Ginting.

Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Nchiho Ober Situmorang menambahkan, PDAM tidak mampu membangun sumber air baku yang baru. Untuk realisasi membutuhkan dana dari Kementerian. Sebab sumber air baku yang baru berasal dari Desa Sigalingging, Kecamatan Parbuluan yang debit airnya mencapai 100 liter/detik. (Dik-TPT/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru