Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Menteri PP dan PA Tinjau Pengungsi Sinabung dan Berikan Bantuan

- Rabu, 19 Agustus 2015 19:24 WIB
473 view
Menteri PP dan PA Tinjau Pengungsi Sinabung dan Berikan Bantuan
SIB/Marlinto Sihotang Spd
BERTANYA: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Yohana Susana Yembise bertanya kepada anak-anak pengungsi Sinabung di posko pengungsian Sempajaya Selasa (18/8).
Tanah Karo (SIB)- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP dan PA) Prof Yohana Susana Yembise berkunjung ke Kabupaten Karo, Selasa (18/8). Menteri disambut Bupati KaroTerkelin Brahmana, anggota DPRD Karo Jhon Karya Sukatendel, Sekretaris Daerah Saberina, Kepala  BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) Hartawati Tarigan, beberapa kepala SKPD  di Pendopo Rumah Dinas Pemkab Karo. Tujuan Menteri Yohana ke Kabupaten Karo adalah untuk memberikan bantuan dan meninjau pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Ikut dalam rombongan menteri Pribudiarta Nur Sitepu Deputi Perlindungan Anak, Maydian Werdiastuti Asisten Deputi PMSA, Direktur BNPB berserta rombongan.

Menteri mengatakan, sudah lama dirinya ingin datang ke Karo untuk melihat kondisi anak-anak dan ibu-ibu secara langsung di posko pengungsian, apalagi beberapa waktu yang lalu negara Indonesia baru merayakan Hari Anak Nasional, sehingga dirinya ingin mengetahui keadaan anak-anak di pengungsian. Setelah ramah tamah dengan Pemkab Karo dan menerima  laporan dari Bupati Karo, menteri beserta rombongan didampingi Sekda  beserta anggota DPRD Jhon Sukatendel dan beberapa kepala SKPD meninjau langsung pengungsi di Posko pengungsian Sempajaya dan Posko Jambur Tongkoh.

Di posko pengungsi Sempajaya, menteri dan rombongan disambut pengungsi dan anak-anak pelajar SD dan SMP. Kepala posko Bantu Purba melaporkan keadaan pengungsi bahwa pengungsi tersebut berasal dari Desa Sigarang-garang 420KK dengan 1520 jiwa, dan siswa SD, SMP 260 orang. Lanjutnya, bahwa kebutuhan pokok selama di pengungsian masih terpenuhi dan disediakan Pemkab Karo. Ditambahkannya, walaupun pengungsi tidur seperti susun ikan gembung, namun tidak ada yang sakit dan tidak ada kelaparan. Harapannya agar pemerintah pusat melalui Menteri PP dan PA membantu dan memberikan solusi untuk proses belajar anak-anak yang ada di pengungsian termasuk transport dan fasilitas.

Menanggapi hal itu Yohana mengatakan dia akan berkordinasi dengan Menteri Perhubungan mengenai transportasi, dan dengan Menteri Pendidikan mengenai pendidikan anak-anak di posko pengungsian. Mengenai kebutuhan anak-anak saat ini pihaknya sudah membawa sebagian kebutuhan terutama buat anak-anak di pengungsian. Yohana akan meminta data lengkap anak-anak dan ibu-ibu pengungsi yang akan dibantu  melalui biro propinsi dan Pemkab Karo.

“Negara tidak akan membiarkan kita tetap berada di pengungsian, sekarang lagi dicari jalan keluar dan untuk sementara  akan diberikan bantuan untuk kebutuhan anak-anak di pengungsian,” kata Yohana.

Dalam kesempatan itu, Direktur BNPB Pusat juga memberikan bantuan kepada anak -anak pengungsi dan meminta agar pemerintah pusat bersinergi dalam penanganan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.

Dari Posko Sempajaya, Menteri Yohana berangkat menuju posko pengungsian di Jambur Tongkoh. Di sana rombongan menteri disambut pengungsi dan anak- anak pelajar juga. Koordinator posko melaporkan pengungsi berasal dari Desa Kutarakyat 567 KK dengan 2156 jiwa terdiri dari 326 siswa SD, 129 siswa SMP dan 87 siswa SMA. Di Jambur itu menteri mengajak  pengungsi dan anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu menteri berkomunikasi dan saling tanya jawab dengan anak-anak dan kaum ibu pengungsi. Salah seorang perwakilan siswa SD kelas 6 sampai menangis menyampaikan keadaaan anak-anak sekolah di posko pengungsian. Ruangan yang sempit dan penerangan yang ala kadarnya membuat pelajar semakin susah untuk belajar. Dalam kesempatan ini Kepala BPPKB Kab Karo dr Hartawati meminta agar ibu menteri dapat menyediakan transportasi untuk anak-anak sekolah di pengungsian, begitu juga agar dapat mengirimkan tenaga ahli agar anak-anak dapat belajar di pengungsian dan juga kebutuhan anak-anak dan lansia,  memberikan keterampilan kepada pengungsi. Setelah berinteraksi dengan masyarakat pengungsi, Menteri Yohana juga memberikan bantuan secara simbolis kepada anak-anak pelajar dan memberikan hadiah bagi anak- anak yang dapat menjawab pertanyaan menteri.

Bantuan yang diberikan  berupa perlengkapan sekolah seperti pakaian 624 pcs, buku 3120, tas ransel 500 pcs dan  lainnya. Sedangkan bantuan dari Dirut BNPB Pusat adalah Selimut tebal 80 pcs dan handuk 80 pcs. (Dik MAS/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru