Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Jalan Alternatif Kutalimbaru - Tanah Karo Rusak Parah

- Jumat, 21 Agustus 2015 17:07 WIB
1.055 view
Jalan Alternatif Kutalimbaru - Tanah Karo Rusak Parah
SIB/Alexander Hr Ginting
RUSAK: Jalan di Dusun Naucalcal Desa Pasar X menuju Kutalimbaru-Bandarbaru rusak. Foto dipetik Rabu (19/8).
Kutalimbaru (SIB)- Jalan alternatif Kutalimbaru-Bandarbaru Deli Serdang menuju Tanah Karo rusak parah mulai dari simpang Tuntungan-Sukamakmur-Simpang Pariama-Taburen-Rumah Mbacang. Sebagian ruas jalan sudah diaspal mulai dari Desa Rumah Mbacang sampai jembatan Lau Belawan. Namun sudah juga mulai rusak. Sebagian lagi ruas jalan di Desa Rumah Mbacang, sejak Indonesia merdeka belum pernah tersentuh pengaspalan.

Demikian dikatakan warga Bapa Jodi Surbakti, Bapa Febri Surbakti dan Nande Nia kepada SIB, Rabu (19/8) di Desa Tanduk Benua Kec Kutalimbaru.

"Paling parah mulai dari Pasar VI sampai simpang Prama berkisar 15 Km. Dan yang belum pernah diaspal sejak Indonesia merdeka mulai dari simpang Taburen-Desa Rumah Mbacang berkisar 2 Km. Bahkan perawatan pun tidak pernah kami lihat sehingga jalan yang diaspalpun mulai rusak dan semak-belukar mulai menutupi badan jalan," ujar Nande Nia.

Pantauan SIB Rabu (19/8), kerusakan jalan tersebut dikeluhkan warga. Sejumlah warga yang ditemui SIB mengaku kecewa dengan kerusakan jalan itu. Kami ini orang kecil dan tidak tahu mengadu ke mana. Camat, polisi dan petugas negara tiap hari lewat, tapi mungkin mereka tidak merasa dan tidak melihat jalan ini rusak maka terus dibiarkan, ujar Nd Ina dan Nd Frans Ginting.

Jalan alternatif ini merupakan jalan tembus dari simpang Tuntungan menuju Pasar X; Kutalimbaru terus ke lapangan Pramuka, Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit tembus di  Km 47 jalan nasional Medan-Tanah Karo. Namun sampai saat ini jalan alternatif tersebut belum berfungsi optimal karena kerusakan dan sulit dilintasi. Bagi yang sudah biasa, barangkali tidak masalah. Tapi bagi yang baru lintas, pasti ketakutan melihat ruas jalan yang curam dan semak, terutama dari Desa Tanduk Benua menuju Bandarbaru. Kondisinya masih rawan dilintasi, ujar Bapa Jodi.  (BR2/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru