Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Pernyataan KPA Asahan Sebut 80 Persen Siswi SMP/SMA Tidak Perawan Harus Diluruskan

* DPRD akan Panggil Semua Pihak Terkait
- Minggu, 23 Agustus 2015 21:11 WIB
1.329 view
Pernyataan KPA Asahan Sebut 80 Persen Siswi SMP/SMA Tidak Perawan Harus Diluruskan
Kisaran (SIB)- Pernyataan Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPA) Asahan Alex Margolang di salah satu media harian lokal yang menyebutkan berdasarkan hasil survei dan riset KPA Asahan di lebih 60 persen wilayah Asahan menghasilkan data 80 persen remaja puteri (usia SMP dan SMA) sudah tidak perawan lagi atau pernah melakukan hubungan seks pra nikah sudah sangat meresahkan. Menyahuti situasi ini, DPRD Asahan melalui Komisi D yang membidangi masalah pendidikan akan memanggil semua pihak terkait mulai dari wartawan pembuat berita, nara sumber dengan mengundang organisasi wartawan guna mengklarifikasi dan meluruskan pernyataan yang telah menjadi “trending topic” di Asahan belakangan ini.

Demikian  Wakil Ketua Komisi D DPRD Asahan Budianto Lubis dalam perbincangan dengan SIB, Jumat (21/8) di ruang kerjanya.

“Jadwal pemanggilan telah dibuat  tanggal 25 Agustus 2015. Kita harapkan semua pihak yang diundang agar dapat menghadirinya,” ujarnya.

Menurut politisi partai Demokrat ini, langkah yang diambil mereka sebagai perwakilan rakyat dalam  upaya menetralisir keresahan di masyarakat dikarenakan tidak menerima pernyataan Ketua  KPAA tersebut. Karena itu, sebutnya, sangat diharapkan kehadiran Ketua KPAA untuk dikonfrontir tentang kebenaran survey yang dilakukan, di daerah mana saja survey dilaksanakan serta menerangkan metode apa yang digunakan.

“Sebagai wakil rakyat, DPRD Asahan ingin permasalahan ini segera dituntaskan,” pungkasnya.  

Sebelumnya, pernyataan Ketua KPA Asahan, Alex Margolang telah banyak menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Meski telah berjumpa dengan bupati dan melakukan klarifikasi, pernyataan Ketua KPAA itu masih menuai kecaman. Bahkan, Pengurus Cabang (PC) KORP Pergerakan Mahasiswa Indonesia Islam (PMII) Putri Kabupaten Asahan menyatakan tidak sepakat dengan hasil riset KPAA dan kemudian menggelar aksi di Bundaran Tugu Kisaran sebab menurut mereka perempuan Asahan masih menjunjung tinggi adat istiadat, budaya serta agama ditambah lagi program Pemkab Asahan yang ingin mewujudkan Asahan Religius.

Mereka juga meminta  kepada tokoh agama, pemuda-wanita serta masyarakat menyikapi pemberitaan penyataan KPAA. Minta kepada Pemkab Asahan dan Legislatif guna menyikapi pemberitaan dimaksud. Meminta aparat penegak hukum memanggil Ketua KPAA agar dapat mempertanggung jawabkan hasil risetnya. Minta kepada Ketua KPAA Alex Margolang supaya menjelaskan metode apa yang dipakai dalam melakukan riset, jumlah sampel dan lokasi daerah sampel. (D04/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru