Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Kaderisasi Petugas Kesehatan Hewan di Humbahas

- Senin, 24 Agustus 2015 18:47 WIB
433 view
Kaderisasi Petugas Kesehatan Hewan di Humbahas
SIB/Eben Ezer Pakpahan
PAPARAN: Asisten Pembangunan, Drs Tahi Gultom beserta Kadis Peternakan dan Perikanan Humbahas, Ir Kaminton Hutasoit sedang menyampaikan paparan kepada kaderisasi petugas kesehatan hewan di Aula Hutamas, Doloksanggul, Kamis (20/8).
Humbahas (SIB)- Informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi di bidang kesehatan hewan khususnya upaya penanganan pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan penyakit pada ternak/hewan diselengarakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Humbahas kepada Petugas Kesehatan Hewan dalam kegiatan kaderisasi bagi petugas kesehatan hewan di Aula Hutamas, Doloksanggul, Kamis (20/8).

Amatan SIB dari kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut, para peserta kaderisasi petugas kesehatan hewan itu nantinya akan menjadi ujung tombak pemberi informasi potensi peternakan dan kejadian penyakit ternak yang terjadi di setiap desa. Berbagai informasi penting terutama kejadian yang berhubungan dengan penyakit hewan perlu disampaikan secara tepat, cepat, terukur dan akurat kepada pihak yang berwewenang, untuk selanjutnya mendapat penanganan.

Asisten Pembangunan, Drs Tahi Gultom yang membuka jalannya kegiatan itu menyampaikan perkembangan peternakan di suatu daerah, salah satunya ditentukan faktor kesehatan hewan. Dimana berbagai penyakit yang menyerang ternak tentunya akan  kematian ternak.  “Jika kondisi seperti itu terjadi maka akan  berdampak terhadap penurunan perekonomian masyarakat peternak itu sendiri dan mengganggu kenyamanan serta kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara, untuk penyakit ternak yang mendominan wilayah Humbahas antara lain ND (new castle disease) atau bahasa lain disebut bondil, peok, kereng, dan kunyang pada ternak unggas. Kemudian zoonosis, yakni penyakit ternak yang dapat menular pada manusia seperti brucellosis dan avian influenza. Dan untuk di Humbahas seperti rabies yang ditularkan melalui air liur dari gigitan hewan seperti anjing, kucing dan kera yang dapat mengakibatkan kematian.

Tahi memaparkan data series peternakan menunjukkan bahwa Pemkab Humbahas telah melakukan penanganan penyakit ternak melalui vaksinasi terhadap populasi Hewan Penular Rabies (HPR). “Untuk tahun 2012 dari populasi 34.277 ekor telah tervaksin sebanyak 4.467 ekor. Tahun 2013 dari populasi 25.028 ekor telah tervaksin 8.000 ekor. Tahun 2014 populasi 18.940 ekor telah tervaksin sebanyak 8.717 ekor. Sedangkan 2015 sampai Juni populasi 17.378 ekor dengan tervaksin sebanyak 7.621 ekor. Dan proses vaksinisasi ini akan terus kita dilakukan,” paparnya.

Melanjutkan pemaparan tersebut, Kadis Peternakan dan Perikanan Humbahas, Ir Kaminton Hutasoit menyampaikan, kegiatan yang sudah terlaksana sejak tahun 2014 dengan total peserta 125 orang dari setiap masyarakat peternak di setiap desa yang diikuti tahun ini dengan total 110 peserta dinyatakan lulus seleksi serta memiliki animo besar terhadap kesehatan hewan mengharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan sekaligus menyebarkannya kepada  masyarakat lainnya.

”Masyarakat nantinya memperoleh pengetahuan yang sama tentang kesehatan hewan, Serta kenyamanan masyarakat lebih terjamin dan kedepannya wabah penyakit dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat,” jelas Kaminton.

Kadis menambahkan, kesejahteraan hewan adalah perihal penting yang harus diperhatikan. Jika tidak peduli dengan kesejahteraan hewan maka, tidak akan mencapai standarisasi dalam bersaing di pasar Indonesia yang semakin berkembang. (Dik-ERP)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru