Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Jalan Provinsi di Panei Tongah Simalungun Jadi Langganan Banjir

- Kamis, 27 Agustus 2015 18:31 WIB
442 view
Jalan Provinsi di Panei Tongah Simalungun Jadi Langganan Banjir
SIB/Dok
BANJIR: Air hujan menggenangi badan jalan dan pemukiman rumah penduduk di Panei Tongah Kabupaten Simalungun, belum lama ini akibat tidak berfungsinya drainase dan belum memadainya saluran pembuangan air.
Simalungun (SIB)- Pada Agustus ini, lingkungan pemukiman penduduk di Panei Tongah Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun kerap dilanda banjir kiriman. Debit air hujan dari arah perkebunan sawit PTPN IV Marjandi meluap hingga membanjiri badan jalan dan rumah penduduk.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Simalungun Pantas Sitanggang SBD kepada SIB, Rabu (26/8) di Pamatangraya.

“Selama bulan Agustus ini, setiap hujan turun selalu banjir. Kejadian seperti ini sudah berlangsung puluhan tahun tanpa ada terlihat perhatian Pemprovsu,” kata Sitanggang. 

Politisi Partai Golkar yang berdomisili di Panei Tongah itu menjelaskan, air hujan dari arah perkebunan PTPN IV Marjandi mengalir melalui parit drainase dan menuju perkotaan Panei Tongah. Namun karena tidak ada pembuangan air dan parit tidak berfungsi normal mengakibatkan air drainase meluap hingga masuk ke badan jalan dan menggenangi rumah-rumah penduduk.   

Lintasan jalan provinsi Pematangsiantar-Saribudolok tepatnya di Km 9-14 persis dekat Pasar Panei Tongah bagaikan kolam ikan bahkan kedalaman air mencapai setengah meter. Luapan air berlumpur juga membanjiri rumah warga. Ada sekitar 200 unit rumah penduduk di sepanjang jalan itu yang ditempati kurang lebih 1.000 jiwa.

“Ini akibat tidak berfungsinya parit kiri-kanan badan jalan provinsi. Masyarakat selalu khawatir setiap hujan deras,” ujarnya.

Menurut Pantas, masyarakat mengharapkan kepedulian anggota DPRD Sumut khususnya dari Dapil X (Siantar-Simalungun) supaya mendesak Pemprovsu untuk menganggarkan biaya perbaikan parit dan jalan provinsi. Parit pasangan sebelah kiri dan kanan tidak sanggup untuk menampung debit air hujan yang datang dari arah perkebunan. Kemudian perlu pengadaan saluran pembuangan air yang memadai. Diminta juga perhatian dan peran-serta PTPN IV dalam menanggulangi banjir sehingga ke depan rumah warga tidak lagi digenangi air. (C05/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru