Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Sudah Beberapa Bulan Tanah Longsor Tutup Akses ke Empat Desa di Desa Sait Tonga Simalungun Tidak Diperbaiki

*Diharapkan Pemkab Simalungun Turun Tangan
- Selasa, 18 Maret 2014 10:56 WIB
711 view
Sudah Beberapa Bulan Tanah Longsor Tutup Akses ke Empat Desa di Desa Sait Tonga Simalungun Tidak Diperbaiki
SIB/Roy Damanik
MENUTUPI AKSES JALAN : Tampak tumpukan tanah dan batu besar menutupi akses jalan di Desa Sait Tonga/Desa Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, yang hingga kini belum diperbaiki.
Simalungun (SIB)- Telah  terjadi beberapa bulan timbunan matrial seperti batu besar, pohon serta tanah yang menutupi akses jalan satu-satunya akibat musibah tanah longsor di Desa Sait Tonga/Desa Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, hingga kini Pemkab Simalungun belum juga memperbaiki  jalan itu.

Akibat timbunan longsor itu, aktifitas warga yang umumnya petani dan nelayan menjadi terhambat. Warga pun tidak bisa lagi menjual hasil perkebunan serta ikan hasil tangkapannya ke kota-kota di daerah Simalungun, untuk tambahan biaya hidup mereka.

Salah seorang warga sekitar, J Silalahi (52) ketika diwawancarai via telepon seluler, Senin (17/3/2014) mengungkapkan, hingga kini jalan yang dipenuhi matrial tanah longsor semakin parah. "Jalan semakin parah, hal itu disebabkan tebing bekas longsor itu terus terkikis. Akibatnya, batu dan tanah semakin menumpuk di jalan itu. Parahnya lagi, pengendara sepedamotor sering terjatuh jika melewati jalan yang dipenuhi tanah longsor itu,   jalanan licin," jelasnya.

Tambahnya, ia tidak berani mengantar anaknya ke sekolah dengan mengendarai sepedamotor. "Terpaksa anak saya harus berjalan kaki sejauh 1 Km ke sekolahnya. Saya tidak berani mengantarnya dengan mengendarai sepedamotor, karena saya tau sering orang terjatuh jika melintas di lokasi. Sebelum terjadinya longsor, hampir setiap hari mobil datang kesini untuk membeli hasil pertanian kami. Tetapi sekarang ini, mobil tidak pernah lagi datang. Terpaksa kami langsung menjual dagangan kami ke kota, dengan mengendarai sepedamotor," katanya.

Tambahnya lagi, ia sangat mengharapkan perhatian Pemkab Simalungun. "Selama puluhan tahun tinggal di sini, baru kali ini ada bencana longsor. Kejadiannya sudah berbulan-bulan, dan Pemkab Simalungun terkesan tidak perduli. Padahal kami sudah melaporkannya ke kepala desa, dan nyatanya tidak ada respon sama sekali. Kiranya Bupati Simalungun  turun tangan untuk mengatasi ini, agar perkampungan kami kembali normal seperti semula. Jalan ini merupakan akses jalan menuju ke 4 desa, diantaranya Desa Sait Tonga, Saitni Huta, Sarimula dan Panambean," harapnya.(A24/w)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru