Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Berpuluh Tahun Kesulitan Mendapatkan Air, Petani Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Sergai

- Rabu, 19 Maret 2014 10:32 WIB
322 view
Berpuluh Tahun Kesulitan Mendapatkan Air, Petani Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Sergai
Sergai (SIB)- Berpuluh tahun areal persawahannya kesulitan mendapatkan air akibat belum adanya irigasi permanen di desanya, puluhan petani yang mengatasnamakan ‘Petani Bersatu Menggugat’ unjuk rasa ke kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Senin (17/3/2014).

Dalam orasinya, kordinator lapangan Muhammad Muaz Munauwar mengatakan, saat ini kondisi masyarakat petani di wilayah mereka yakni dari Desa Panglong, Parsaoran, Penggatalan, Pematang Terang, Pematang Cermai, Tebing Tinggi, Dungun yang terdapat di Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Tanjung Beringin cukup memprihatinkan. “Selama berpuluh tahun, kami hanya mengandalkan nasib untuk mendapatkan pengairan untuk sawah kami. Pemkab Sergai tidak pernah peduli  dengan kondisi petani di daerah kami”, teriak massa secara bergantian.

Karenanya, pada kesempatan itu petani mendesak agar Bupati Soekirman segera membangun irigasi permanen di daerah mereka. Termasuk memperbaiki jalan yang kondisinya sudah rusak parah dan sulit dilalui oleh kenderaan bermotor.

Para pengunjuk rasa juga menyesalkan sikap Bupati Soekirman yang tidak mau datang menjumpai petani saat itu. Malah yang hadir hanya Kadis Pertanian dan Kadis PSDA. Padahal, mereka ingin mendengarkan langsung penjelasan pemimpin daerah setempat. “Kalau bukan Bupati yang datang, ini sama saja bohong. Yang kami terima pasti janji-janji yang tak pasti”, tegas petani sembari berulang-ulang memanggil nama orang nomor satu di Pemkab Sergai untuk segera hadir di tengah-tengah massa.

Orator massa yang terlihat jengkel setelah lebih sejam Bupati Soekirman tidak juga hadir menemui mereka mengungkapkan persoalan pemilihan Wabup Syahrianto SH dituding masih bermasalah. Massa menyebutkan bahwa pemilihan Wabup Syahrianto terindikasi berbau KKN yakni adanya dugaan suap kepada sejumlah anggota dewan. “Kasus dugaan penyuapan pencalonan wabup Syahrioanto sudah  ditangani aparat hukum”, tandasnya.

Kesal kedatangan mereka tidak mendapat tanggapan,massa pun membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka mengancam akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar.  Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Sergai dan dari Sat Pol PP Pemkab Sergai. (A-28/ r)



Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 19 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
komentar
beritaTerbaru