Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Kualitas Proyek APBN 2013 Jurusan Merek, Tanah Karo-Sumbul Disoroti Masyarakat

* Longsor di Dalam Beronjong yang Baru Dibuat, Jalan Rawan Tanpa Pengaman
- Kamis, 20 Maret 2014 11:31 WIB
1.602 view
Kualitas Proyek APBN 2013 Jurusan Merek, Tanah Karo-Sumbul Disoroti Masyarakat
SIB/Alexander Hr Ginting
KASAR: Salah satu permukaan badan jalan nasional jurusan Merek, Tanah Karo-Sumbul, Sidikalang, Dairi, Sabtu kemaren tampak kasar bagai “kulit jeruk” menjadi sorotan masyarakat.
Merek (SIB)- Kualitas proyek pelebaran jalan dan peningkatan kualitas jalan serta bahu jalan nasional jurusan Merek, Tanah Karo-Sumbul, Dairi yang sumber dananya dari APBN 2013 disoroti masyarakat. Di antaranya, kualitas permukaan badan jalan hotmix seperti “kulit jeruk”, kasar dan diduga kurang abu batu, bahu jalan yang tidak rata lebarnya. Terkesan, ada dikeraskan dan ada tidak.

Naifnya, ada perbaikan longsor tebing jalan ke jurang dan sudah diperbaiki dengan pemasangan beronjong batu, namun kembali longsor. Tidak hanya mengancam beronjong jatuh ke dasar jurang, namun juga mengancam badan jalan lainnya terikut longsor. Pihak Penanganan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I, Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I di Medan diminta segera memperbaikinya.

Demikian anggota DPR RI Anton Sihombing kepada SIB, Rabu (19/3) di Kabanjahe.

Menurut Sihombing, pelebaran jalan mulai dari Merek, Tanah Karo sampai desa Sumbul, Dairi sepanjang 10 km menjadi 6 meter, menambah kenyamanan berlalu-lintas bagi setiap pengguna jalan. “Yang kita harapkan, selain pemeliharaan dan perbaikan sesegera mungkin setiap ada kerusakan, ada longsor dan sebagainya, pengawasan aparat penegak hukum dari daerah setempat, Pemprovsu terutama dari pusat yang anggaran proyek tersebut dari APBN lebih ditingkatkan. Mulai dari tahap permulaan sampai proyek selesai. Bahkan perawatan dan pemeliharaan yang saat ini menjadi tanggung jawab kontraktor selama 2 tahun juga perlu diawasi. Itu ketentuan atau pun peraturan yang harus dan mestinya dijalankan,” kata Anton.

Pantauan SIB, Jumat dan Sabtu (8-9/3) kemaren di ruas jalan nasional jurusan Merek-Sidikalang, bahwa proyek APBN 2013 yang anggarannya berkisar Rp 25 miliar (10 km-red) kesannya sudah selesai. Namun ditemui SIB di sejumlah permukaan badan jalan yang baru dihotmix kasar bagai “kulit jeruk”.
Bahkan ada sejumlah bahu jalan tidak dikeraskan dan tidak sama lebarnya. Bahkan ada pula di simpang Silalahi sebelum Sumbul ditemui SIB sejumlah pekerja masih memperbaiki bahu jalan dan drainase.

Kasatker PJN Wil I Bambang Pardede yang baru-baru ini dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya menyebut, sejumlah proyek yang tidak tuntas sampai akhir Desember 2013 telah diperpanjang waktu dan sudah PHO (penerimaan proyek yang sebelumnya diperpanjang masa kontrak atau masa penyelesaiannya-red). “Baik proyek APBN 2013, juga yang PHO di 2014 paket-paket yang dikerjakan pihak kontraktor. Kalau ada pun ada pihak kontraktor masih bekerja di lapangan, itu biasa. Mungkin itu kegiatan finishing,” ujar Pardede.

Seputar beronjong yang baru siap dikerjakan untuk penanggulangan bencana alam longsor tebing jalan, namun sudah kembali longsor, tidak dikomentari Bambang. Termasuk di sejumlah ruas jalan yang ditemukan kasar seperti “kulit jeruk” di permukaan jalan di dalam proyek 2013 kemaren, juga tidak dikomentari Bambang. “Silakan saja tanya kepada PPK-nya, Pak Hermansyah,” ujar Bambang. (BR2/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 20 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru