Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Belasan Stand di Pameran Pembangunan Labusel Kosong

- Kamis, 12 November 2015 23:10 WIB
303 view
Belasan Stand di Pameran Pembangunan Labusel Kosong
Kotapinang (SIB)- Belasan stand pada pameran pembangunan tahun 2015 yang diselenggarakan di halaman komplek perkantoran Bupati Labusel Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labusel Kosong. Diduga, kekosongan stand diakibatkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan pelaku usaha untuk memasarkan produknya.

Pengamatan SIB, Rabu (11/11) dari 56 stand yang berada di lokasi pameran pembangunan dan pagelaran seni budaya etnis yang dibuka langsung Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung SH MM pada  tanggal 4 sampai dengan 13 November 2015 itu, lebih kurang 14 stand terlihat tidak terisi. Mayoritas, stand pada pameran pembangunan hanya diisi instansi pemerintah dan perbankan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan. Sementara, pelaku UKM dan perusahaan pengolah kelapa sawit tidak terlihat memamerkan produknya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, untuk dapat memiliki stand, pelaku usaha maupun perusahaan yang akan memamerkan produknya harus mengeluarkan biaya Rp 2 hingga Rp 4 juta perstandnya. Sehingga, pelaku usaha maupun perusahaan enggan mengisi stand yang ada.

"Kabarnya, begitu. Harus bayar baru dapat menempati stand yang ada," kata salah seorang warga yang enggan dituliskan identitasnya.

Kepala Disperindag Koperasi dan UKM Kabupaten Labusel Drs Dozen Hutapea, panitia penyelenggara pameran pembangunan tahun 2015, membantah adanya pemungutan biaya sebesar Rp 2-4 juta rupiah per standnya. Dikatakan, adapun biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk bongkar pasang stand berikut partisinya yang langsung diserahkan kepada event organizer yang mengelola.

"Yang dianggarkan hanya arena dan lantai lokasi. Harusnya yang membangun stand tersebut masing-masing pemakai stand. Agar seram, pembangunnya diserahkan kepada IO, dan IO tersebut telah dibawa sewaktu rapat sebelum kegiatan dimulai. Semua setuju saat itu. Saat ini, pelaku usaha dan perusahaan pruduk-produknya dipamerkan di masing-masing kecamatan dan Disperindagkop UKM," katanya.

Sementara itu, beberapa pelaku usaha kreatif Kabupaten Labusel mengaku, panitia penyelenggara hanya meminta produk buatan meraka untuk dipajang di beberapa Dinas. Dan tidak diminta untuk mengisi stand yang ada.

"Mereka hanya meminta produk hasil buatan kita dipajang di Disperindagkop UKM dan Pemdes Labusel, dan tidak menawarkan untuk membuka stand sendiri untuk memperkenalkan produk-produk asli dari Labusel," kata Sudirman pelaku usaha kreatif. (D16/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru