Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Ketua ICW Sibolga – Tapteng Dohar Franklin Sianipar

Dugaan Korupsi “Patung Anugerah” Ngendap di Poldasu

* Humas Poldasu: Lidik Masih Berjalan, akan Dilakukan Audit Fisik
- Selasa, 17 November 2015 18:59 WIB
137 view
Dugaan Korupsi “Patung Anugerah” Ngendap di Poldasu
Sibolga (SIB)- Ketua Indonesian Corruption Watch (ICW) Sibolga–Tapteng Dohar Franklin Sianipar mengatakan kasus dugaan korupsi salah satu mega proyek Tapanuli Growth berupa  pembangunan “Patung Anugerah” di Tapteng mengendap di Poldasu.

“Sudah ada yang melaporkan kasus ini, tapi proses hukumnya masih mengendap di Poldasu,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/11) di Sibolga.

Menurutnya, kondisi Patung Anugerah di kawasan Labuan Angin Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapteng yang telah menelan biaya puluhan miliar rupiah bersumber dana APBD Pemkab Tapteng hampir dipastikan sudah menjadi proyek sia-sia.

“Memang sudah tidak menunjukkan perkembangan lagi dan sudah tidak ada manfaat dari pembangunan ini dan kalau pun ditambah anggaran untuk meneruskannya sudah tidak ada lagi manfaatnya bagi rakyat,” katanya seraya menambahkan kalau bupati sekarang ternyata tidak berminat untuk melanjutkan pembangunan “Patung Anugerah” ini.

Awalnya, lanjut dia, kasus ini diadukan ke KPK namun oleh KPK diteruskan ke Poldasu. “Belasan pejabat setingkat eselon II  di Pemkab Tapteng sudah sempat dimintai keterangan, tapi hingga saat ini kelanjutkan hukumnya tidak jelas. Mengendap,” katanya seraya mengimbau KPK untuk menarik kembali kasus ini dari Poldasu.

 Dikonfirmasi di Poldasu, Senin (16/11), Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf melalui kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan mengatakan, hingga saat ini penyelidikan terkait kasus itu masih terus berjalan. Penyidik masih mengumpulkan bahan keterangan (Baket), serta meminta saksi ahli melakukan audit fisik. Disebutkan, tiga aspek yang akan diperiksa saksi ahli dari USU yaitu jalan menuju objek, keadaan fisik bangunan Patung Anugerah, serta status kawasan wilayah pembangunannya.

"Sudah dikumpulkan Baket dan meminta saksi ahli dari USU untuk melakukan audit fisik. Penyidik sudah menyurat pihak USU yang menanggapi dengan akan mengirimkan tim. Ada 3 aspek yang dilidik, yaitu jalan ke sana, fisik bangunan dan status kawasan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, mega proyek “Tapanuli Growth” berupa pembangunan Patung Anugerah terancam akan menjadi proyek sia-sia. Pasalnya, pelaksanaan proyek yang digarap di masa kepemimpinan Bupati Tapteng 2 periode (2001-2011) Drs Tuani Lumbantobing hingga saat ini tidak menunjukkan perkembangan.

Demikian dikatakan Ketua LP3TN-Indonesia Robert Hutagalung dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa (10/11) di kawasan Labuan Angin, Tapteng.

Kondisi patung yang ada di lokasi proyek hanya kepala patung dan itu pun dikabarkan beberapa bagiannya sudah ada yang dicuri.  “Terlebih akses menuju lokasi patung sudah hancur lebur. Tidak bisa lagi dilintasi kendaraan,” katanya seraya mengharapkan agar aparat penegak hukum untuk “melirik” temuan ini. (E04/A19/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru